Suarabersama— Pemerintah terus mendorong kemandirian industri pertahanan nasional melalui pengembangan pesawat N219 produksi PT Dirgantara Indonesia (PTDI). Pesawat yang dirancang untuk berbagai kebutuhan transportasi ini dijadwalkan menjalani penerbangan perdana pada Desember 2026, dengan enam unit telah dipesan Kementerian Pertahanan untuk TNI Angkatan Darat.
Direktur Utama PTDI, Gita Amperiawan, menyampaikan bahwa pengiriman pesawat tersebut diperkirakan dapat dimulai pada Februari 2027. Pengadaan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kemampuan operasional TNI AD sekaligus meningkatkan pemanfaatan produk industri dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan pertahanan.
N219 merupakan pesawat bermesin ganda berkapasitas hingga 19 penumpang yang dikembangkan oleh tenaga ahli Indonesia. Dengan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) sebesar 44,69 persen, pengembangan pesawat ini turut melibatkan industri pertahanan dan perguruan tinggi nasional.
Selain mendukung kebutuhan militer, N219 memiliki potensi penggunaan untuk transportasi sipil, pengangkutan logistik, evakuasi medis, serta penanganan bencana. Kemampuannya beroperasi di landasan pendek menjadikan pesawat ini relevan untuk menjangkau wilayah terpencil dan kepulauan.
Pengembangan N219 menunjukkan pentingnya sinergi pemerintah dan industri nasional dalam membangun kemandirian pertahanan. Dengan peningkatan kapasitas produksi dan penguasaan teknologi, PTDI diharapkan semakin berperan dalam memperkuat industri dirgantara serta meningkatkan daya saing Indonesia.





Tanggapan
0Belum ada tanggapan. Jadilah yang pertama menulis.