Jakarta, Suarabersama.com – Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao De Mota, menegaskan bahwa pengunduran diri sejumlah manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) tidak menimbulkan kerugian bagi negara, meskipun para manajer tersebut sebelumnya telah mengikuti Pelatihan Dasar Militer (Latsarmil).
“Itu, kan, anak bangsa, tidak ada yang rugi, bangsa dibina boleh,” kata Joao di Kantor Kemenko Bidang Pangan, Jakarta Pusat, Rabu (14/10).
Joao mengungkapkan bahwa sebanyak 159 manajer Kopdes Merah Putih telah mengundurkan diri dari program tersebut.
“159 (manajer Kopdes Merah Putih yang mengundurkan diri),” ujarnya.
Sebelumnya, Agrinas Pangan Nusantara mencatat 1.501 orang tidak melanjutkan tahapan rekrutmen sebagai manajer Kopdes Merah Putih. Jumlah tersebut terdiri atas 969 orang yang menolak melanjutkan proses seleksi dan 532 orang yang berstatus kedaluwarsa.
Berdasarkan informasi yang diunggah melalui akun Instagram resmi Agrinas Pangan Nusantara, sebanyak 27.099 manajer KDKMP telah menandatangani surat penawaran kerja atau offering letter.
Di sisi lain, persoalan penempatan kerja turut menjadi perhatian sejumlah calon manajer. Perwakilan manajer, Ai Nuryanti, menyampaikan keberatan terkait penempatan yang dinilai terlalu jauh dari tempat tinggal asal. Ia mencontohkan dirinya yang berdomisili di Jakarta, tetapi mendapat penempatan di Poso, Sulawesi.
Menurut Ai, penempatan yang mempertimbangkan domisili dapat membantu manajer memahami karakteristik wilayah serta mendukung pengembangan perekonomian desa. Menanggapi persoalan tersebut, manajemen Agrinas Pangan Nusantara sebelumnya menyatakan akan memperjuangkan agar para manajer KDKMP dapat bekerja secara optimal dan berkolaborasi dengan masyarakat dalam menggerakkan ekonomi desa. ANNA





Tanggapan
0Belum ada tanggapan. Jadilah yang pertama menulis.