Suarabersama.com – Koops TNI Habema mengklarifikasi informasi mengenai dua anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM), Anton Fatem dan Yesias Fatem, yang sebelumnya dikabarkan tewas dalam kontak tembak di Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya. Keduanya ternyata masih hidup dan telah menyerahkan diri kepada TNI pada Kamis (15/10/2026).
Panglima Komando Operasi TNI Habema Brigjen TNI Riyanto menjelaskan, Anton dan Yesias berhasil lolos dari penyergapan pasukan gabungan TNI di Sungai Kamundan beberapa hari sebelumnya dengan melarikan diri ke sungai.
“Anton Fatem dan Yesias Fatem yang sebelumnya ternyata lolos dari penyergapan di Sungai Kamundan beberapa hari sebelumnya yang akhirnya menyerah,” ucap Riyanto kepada wartawan, Jumat (16/10/2026).
Setelah penyerahan diri tersebut, Koops TNI Habema melakukan pengembangan dan pemeriksaan terhadap Anton serta Yesias. Pemeriksaan juga dilakukan terhadap Wakil Panglima Kodap IV/Sorong Raya, Zakarias Fatem, yang sebelumnya ditangkap di Aifrat Timur, Maybrat, pada Rabu (14/10/2026).
Dari hasil pemeriksaan terhadap ketiganya, TNI memperoleh informasi mengenai keberadaan senjata api yang sebelumnya dirampas oleh kelompok tersebut. Personel gabungan kemudian menemukan dan mengamankan senjata itu di wilayah Maybrat pada Jumat (16/10/2026).
“Tim gabungan Koops TNI Habema berhasil menemukan dan mengamankan kembali satu pucuk senjata api laras panjang jenis Caracal beserta 17 butir amunisi kaliber 5,56 mm,” ujar Riyanto.
Senjata tersebut sebelumnya dirampas dari personel TNI Angkatan Laut saat terjadi penyerangan terhadap personel Satgas Yonif 9 Marinir di wilayah Sory, Maybrat, pada 22 Maret 2026.
Riyanto menegaskan, pengamanan kembali senjata tersebut merupakan bagian dari upaya mencegah penyalahgunaan senjata api yang berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat maupun aparat keamanan.
“Pengamanan kembali senjata tersebut merupakan bagian dari upaya mencegah penyalahgunaan senjata api yang dapat membahayakan keselamatan masyarakat maupun aparat,” ujarnya.
Koops TNI Habema juga masih melakukan pendalaman dan pencarian terhadap satu pucuk senjata api jenis K3 Daewoo yang berdasarkan informasi awal diduga disembunyikan di wilayah Maybrat.
Sebelumnya, Anton Fatem dan Yesias Fatem sempat dikabarkan tewas dalam kontak tembak dengan TNI di kawasan hutan sebelah utara Kampung Kamat, Distrik Aifat Timur, pada Jumat (9/10/2026). Keduanya disebut memiliki keterkaitan dengan struktur kelompok OPM Kodap IV/Sorong Raya dan merupakan kaki tangan Manfret Fatem.
Menurut keterangan Riyanto sebelumnya, Yesias Fatem disebut menjabat sebagai Danyon Mosata Kodap IV/Sorong Raya, sedangkan Antonius Assem alias Anton Fatem disebut menjabat sebagai Danyon Ayosami Kodap IV/Sorong Raya.
Dalam insiden tersebut, TNI juga melaporkan tewasnya Danops OPM Kodap IV/Sorong Raya, Manfret Fatem. Petugas turut mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain satu pucuk senjata api AK-101, 30 butir amunisi kaliber 5,56 mm, amunisi kaliber 9 mm, dua unit telepon seluler, atribut kelompok OPM, bendera Bintang Kejora, serta satu dokumen OPM.
TNI menyatakan akan melanjutkan pendalaman terhadap informasi yang diperoleh dari pemeriksaan serta pencarian senjata api yang belum ditemukan sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan di wilayah Maybrat. ANNA





Tanggapan
0Belum ada tanggapan. Jadilah yang pertama menulis.