Suarabersama— Pemerintah terus memperkuat strategi pertumbuhan ekonomi nasional melalui perluasan akses pasar internasional dan percepatan digitalisasi domestik. Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan daya saing Indonesia, menarik investasi berkualitas, serta memperluas kesempatan kerja di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menegaskan bahwa penguatan kerja sama perdagangan internasional menjadi salah satu instrumen penting untuk membuka peluang ekspor bagi produk nasional. Sejumlah agenda strategis, termasuk penyelesaian perundingan kerja sama ekonomi dengan Uni Eropa, Kanada, dan Eurasian Economic Union, diarahkan untuk memperluas jangkauan pasar serta memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global.
Selain itu, penyelesaian substansi ASEAN Digital Economy Framework Agreement (DEFA) menjadi langkah penting dalam mendorong integrasi ekonomi digital kawasan. Kerja sama tersebut diharapkan membuka peluang baru bagi pelaku usaha nasional, khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah, untuk memanfaatkan pasar digital yang semakin luas.
Pemerintah juga mendorong percepatan transformasi digital melalui pengembangan kecerdasan artifisial, investasi pusat data, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Penyiapan talenta digital menjadi perhatian penting agar masyarakat Indonesia mampu beradaptasi dengan kebutuhan industri modern dan memanfaatkan peluang ekonomi berbasis teknologi.
Melalui sinergi antara diplomasi ekonomi, penguatan perdagangan, dan digitalisasi, pemerintah optimistis dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional. Strategi tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, memperluas lapangan kerja, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.





Tanggapan
0Belum ada tanggapan. Jadilah yang pertama menulis.