Jakarta, Suarabersama.com – Presiden Prabowo Subianto berencana meningkatkan jumlah polisi hutan hingga mencapai 70.000 personel guna memperkuat pengawasan dan perlindungan kawasan hutan di Indonesia. Prabowo menilai penambahan personel diperlukan untuk menjaga kelestarian hutan sekaligus meningkatkan upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Karena itu, tolong sampaikan ke Menpan-RB ya, kalau memang saya minta 70 ribu polisi hutan itu karena ada maksud untuk menjaga hutan-hutan kita ya,” kata Prabowo saat memimpin rapat terbatas perkembangan penanganan karhutla secara hybrid, dilihat di YouTube Setpres, Selasa (13/10/2026).
Prabowo menjelaskan bahwa saat ini Kementerian Kehutanan memiliki sekitar 20.000 polisi hutan. Untuk memenuhi kebutuhan personel, ia meminta dukungan TNI dan Polri dalam memberikan pelatihan serta mempersiapkan petugas yang akan menjalankan tugas pengawasan hutan. Kapolri secara khusus diminta membantu proses pendidikan dan pembinaan polisi hutan.
“Kalau dari Kemenhut yang hanya 20 ribu, ya kalau nggak ya minta dilatih lah oleh polisi atau oleh tentara, namanya aja polisi hutan. Ya kan? Kapolri nanti bisa bantu ya didik polisi hutan ya? ya,” ujarnya.
Selain menyoroti kebutuhan personel, Prabowo menyampaikan bahwa penanganan karhutla menunjukkan perkembangan positif. Ia menyebut jumlah kasus kebakaran yang sebelumnya mencapai ratusan ribu telah menurun hingga di bawah 1.000. Meski demikian, upaya penanganan tetap membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, terutama dalam menghadapi kondisi alam dan mempersiapkan langkah mitigasi.
“Alam kita berat, tapi dari ratusan ribu berapa minggu lalu, kita sekarang di bawah 1.000. Saya kira ini kalau nggak kita turun tangan secara besar-besaran nggak bisa. Apalagi nanti kita mau adakan mitigasi kan ke depan, ya. Taman Nasional Tanjung Puting menjadi perhatian karena itu Taman Nasional,” ujarnya.
Prabowo turut menyampaikan apresiasi kepada para panglima TNI, kapolda, serta pejabat daerah yang terlibat dalam penanganan karhutla. Sementara itu, untuk mengatasi persoalan asap akibat kebakaran, pemerintah akan meminta masukan dari para akademisi dan pakar guna merumuskan langkah penanganan yang tepat.
“Saya ucapan terima kasih atas jerih payah Saudara-saudara, para Panglima, para Kapolda, ya, para pejabat di daerah-daerah. Ya masalah asap nanti kita minta masukan para profesor kita bagaimana. Saya kira memang benar ujungnya ya hanya hujan, air, ya,” ujarnya.
Prabowo juga menekankan pentingnya pencegahan kebakaran secara terencana melalui koordinasi dengan para ahli dari berbagai perguruan tinggi dan daerah. Upaya tersebut diarahkan pada penguatan mitigasi hingga tingkat desa agar potensi kebakaran dapat diantisipasi sejak dini.
“Tapi kita dengan strategi yang kita telah bahas waktu saya kumpulkan para pakar dari semua kampus, ya, para pakar profesor-profesor itu dan mereka ahli-ahli dari daerah-daerah sendiri, bahwa langkah nanti yang paling utama adalah pencegahan presisi, mitigasi di tingkat paling bawah, di tingkat desa,” lanjut Prabowo. ANNA





Tanggapan
0Belum ada tanggapan. Jadilah yang pertama menulis.