Suarabersama — Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk melanjutkan pendekatan politik luar negeri yang mengedepankan hubungan baik dengan seluruh negara, sebagaimana telah dijalankan sejak pemerintahan Presiden ke-7 RI Joko Widodo. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi Indonesia di tengah dinamika geopolitik global yang semakin kompleks.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna dalam rangka dua tahun pemerintahan Kabinet Merah Putih di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/10/2026).
Prabowo menjelaskan bahwa pendekatan membangun hubungan baik dengan negara tetangga telah diterapkannya sejak masih menjabat Menteri Pertahanan di pemerintahan Jokowi. Menurutnya, kerja sama dan komunikasi yang baik menjadi modal penting untuk menjaga stabilitas kawasan serta membuka peluang kemajuan bersama.
Presiden juga menegaskan prinsip the good neighbour policy atau kebijakan bertetangga baik. Melalui pendekatan tersebut, Indonesia berupaya memperbanyak mitra kerja sama dan menghindari permusuhan dengan negara lain tanpa mengesampingkan kepentingan nasional.
Kebijakan ini mencerminkan kesinambungan diplomasi Indonesia yang mengutamakan dialog, saling menghormati, dan kerja sama yang saling menguntungkan. Hubungan yang konstruktif dengan negara lain diharapkan dapat mendukung stabilitas regional, perdagangan, investasi, serta berbagai kepentingan strategis Indonesia.
Prabowo turut menegaskan bahwa Indonesia tidak ingin terikat pada blok kekuatan maupun pakta militer tertentu. Indonesia tetap menjalankan politik luar negeri bebas aktif sesuai amanat konstitusi, sekaligus menolak imperialisme dan penjajahan.(*)





Tanggapan
0Belum ada tanggapan. Jadilah yang pertama menulis.