Prabowo Perintahkan Harga BBM Subsidi Tidak Naik hingga Akhir 2026

Bagikan
Prabowo Perintahkan Harga BBM Subsidi Tidak Naik hingga Akhir 2026

Jakarta, suarabersama.com – Pemerintah memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir 2026. Kepastian ini disampaikan di tengah fluktuasi harga minyak dunia yang mendorong harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) mencapai kisaran 114,60–115,16 dolar AS per barel.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, keputusan mempertahankan harga BBM subsidi merupakan tindak lanjut dari instruksi Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah diminta menjaga agar kenaikan harga minyak global tidak membebani masyarakat melalui penyesuaian harga BBM bersubsidi.

“Bapak Presiden sudah menginstruksikan kepada kami bahwa tidak boleh ada kenaikan harga BBM subsidi sampai akhir tahun,” kata Bahlil dalam konferensi pers di Kantor Kementerian ESDM, Senin (26/10/2026).

Selain menjaga harga, pemerintah juga memastikan pasokan BBM tetap tersedia. Bahlil menyebut stok Pertalite nasional saat ini berada pada kisaran 16 hingga 18 hari dan masih dalam kondisi aman.

Pemerintah, lanjut dia, terus memperkuat jalur distribusi BBM untuk menjaga kelancaran pasokan. Upaya tersebut menjadi perhatian khusus di wilayah yang memiliki kendala logistik agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

Jaminan ketersediaan BBM subsidi juga disampaikan Menteri Keuangan Suahasil Nazara. Ia menegaskan pemerintah akan memastikan volume BBM bersubsidi, termasuk Pertalite, mencukupi kebutuhan masyarakat.

“Untuk ketersediaan volume pasti kita pastikan aman,” ujar Suahasil dalam acara Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF) 2026 di Jakarta, Senin (26/10/2026).

Dengan pernyataan tersebut, pemerintah menegaskan komitmennya untuk menjaga dua aspek sekaligus, yakni stabilitas harga dan kecukupan pasokan BBM subsidi. Kebijakan ini diambil meskipun harga minyak mentah Indonesia berada di atas asumsi yang ditetapkan dalam APBN. (kls)

Lebih banyak dari EKONOMI

Tanggapan

0

Tulis tanggapan

Email tidak ditampilkan. Redaksi meninjau setiap tanggapan sebelum terbit.

Berapa 7 + 8?

Hitung jawaban ini agar tanggapan tidak dianggap spam.

Belum ada tanggapan. Jadilah yang pertama menulis.