Suarabersama.com – Kabar duka menyelimuti keluarga besar Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI Angkatan Darat. Letda Jihad Ahmad al-Rasyid, perwira muda yang bertugas di Batalyon 26 Grup 2 Kopassus di Kandang Menjangan, Surakarta, meninggal dunia akibat insiden senjata api.
Kepala Penerangan Kopassus, Kolonel Indra Mardianto, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menjelaskan, insiden terjadi di gudang senjata dan diduga dipicu oleh kelalaian serta ketidaksengajaan.
“Kejadiannya di gudang senjata, pistol meledak. Murni unsur kelalaian dan ketidaksengajaan (semua terekam di CCTV),” ucap Indra, lewat keterangannya, Senin (26/10).
Indra juga meluruskan informasi yang menyebut Letda Jihad meninggal akibat ditembak oleh rekan sejawatnya ketika berada di Surakarta. Menurutnya, peristiwa tersebut bukan merupakan penembakan yang disengaja.
“Tidak ada istilah penembakan ya, kalau penembakan jadi kesannya sengaja gitu,” kata Indra.
Terkait penanganan kasus, Indra belum memerinci pihak-pihak yang terlibat dalam insiden tersebut. Perkara ini direncanakan dilimpahkan kepada Detasemen Polisi Militer (Denpom) Surakarta untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.
“Rencana besok kasus mulai dilimpahkan ke Denpom Surakarta, sehingga nanti akan diperjelas penyidik denpom untuk kelanjutan kasusnya,” kata Indra.
Sementara itu, jenazah Letda Jihad telah tiba di Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Minggu siang (25/10). Jenazah disemayamkan di rumah duka yang berlokasi di Jalan Kanal Victory sebelum dimakamkan di Taman Makam Bahagia Sorong.
Prosesi pengantaran jenazah dilakukan oleh Komandan Grup 2 Kopassus, Brigjen TNI Edwin Apria Candra, bersama istrinya. Kedatangan jenazah disambut oleh keluarga, kerabat, serta jajaran TNI dalam suasana penuh duka.
Ayah almarhum, Mayor Inf Triyana, diketahui menjabat sebagai Kepala Penerangan Korem (Kapenrem) 181/PVT Sorong. Sejumlah pejabat TNI turut hadir dalam prosesi persemayaman, di antaranya Komandan Korem 181/PVT Sorong Brigjen TNI Slamet Riadi dan Komandan Grup 6 Kopassus Brigjen TNI Richard Arnold Y. Sangari.
Penyelidikan oleh Denpom Surakarta diharapkan dapat mengungkap secara jelas kronologi dan penyebab insiden tersebut. ANNA





Tanggapan
0Belum ada tanggapan. Jadilah yang pertama menulis.