Jakarta, suarabersama.com – Sebanyak 57,4 persen responden menyatakan puas terhadap kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka selama dua tahun terakhir. Namun, hasil survei Indonesia Center for Politics & Law Studies (IndocPolls) juga mencatat tingkat ketidakpuasan publik mencapai 40 persen.
Dari kelompok responden yang merasa puas, sebanyak 7,3 persen menyatakan sangat puas. Sementara itu, 3,7 persen responden mengaku sangat tidak puas dan 2,6 persen lainnya tidak memberikan jawaban atau menyatakan tidak tahu.
Direktur Komunikasi IndocPolls, Taufik Ch, mengatakan tingkat kepuasan tersebut menunjukkan lebih dari separuh responden memberikan penilaian positif terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran.
“Kepuasan publik menyentuh angka 57,4 persen pada dua tahun pertama pemerintahan Prabowo-Gibran,” ujar Taufik dalam keterangan tertulis, Sabtu (31/10/2026).
Pertahanan dan Keamanan Raih Kepuasan Tertinggi
Berdasarkan sektor pemerintahan, bidang pertahanan dan keamanan memperoleh tingkat kepuasan tertinggi, yakni 70,4 persen. Adapun responden yang menyatakan tidak puas mencapai 24,9 persen, sedangkan 4,7 persen lainnya tidak tahu atau tidak menjawab.
Taufik menilai latar belakang Prabowo sebagai mantan perwira militer dan pengalamannya menjabat Menteri Pertahanan turut berkaitan dengan penilaian positif masyarakat terhadap sektor tersebut.
Ia juga menyoroti upaya pemerintah dalam memperkuat pertahanan melalui pengadaan sejumlah alat utama sistem persenjataan (alutsista) strategis dan modern, termasuk untuk mengejar pemenuhan kebutuhan Minimum Essential Force (MEF).
Bidang penegakan hukum dan pemberantasan korupsi menempati posisi berikutnya dengan tingkat kepuasan 62,1 persen. Sebanyak 34,1 persen responden menyatakan tidak puas, sementara 3,2 persen lainnya tidak tahu atau tidak menjawab.
Menurut Taufik, pengungkapan sejumlah perkara korupsi, termasuk kasus yang berkaitan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG), menjadi salah satu faktor yang mendapat perhatian publik.
Sementara itu, sektor politik dan stabilitas memperoleh kepuasan 54,3 persen. Bidang pendidikan dan kesehatan mencatat 51,9 persen, sedangkan kebudayaan dan kehidupan beragama mencapai 50,1 persen.
Taufik menilai dukungan berbagai partai politik dan kekuatan politik terhadap pemerintahan turut menjaga stabilitas di tengah dinamika sosial-politik.
Ekonomi dan Lingkungan Jadi Pekerjaan Rumah
Berbeda dengan sektor pertahanan dan hukum, kinerja pemerintah di bidang ekonomi justru mendapat penilaian kurang positif. Tingkat kepuasan hanya mencapai 43,8 persen, sedangkan ketidakpuasan lebih tinggi, yakni 50,6 persen. Sebanyak 5,6 persen responden tidak tahu atau tidak menjawab.
Taufik mengaitkan penilaian tersebut dengan sejumlah persoalan ekonomi, seperti pelemahan nilai tukar rupiah, penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), serta pergantian Menteri Keuangan yang menurutnya menjadi tantangan bagi pemerintah.
Penilaian lebih rendah terlihat pada sektor lingkungan hidup dan penanganan bencana. Tingkat kepuasannya hanya 31,3 persen, sementara 51,1 persen responden menyatakan tidak puas dan 17,9 persen lainnya tidak tahu atau tidak menjawab.
Menurut Taufik, berbagai bencana serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi persoalan yang mendapat perhatian masyarakat. Dampak kabut asap dari kebakaran bahkan disebut turut mengganggu aktivitas masyarakat dan perekonomian di negara tetangga.
MBG Tak Lagi Menjadi Program dengan Kepuasan Tertinggi
Survei IndocPolls juga memotret perubahan penilaian masyarakat terhadap program prioritas pemerintahan Prabowo-Gibran. Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang sebelumnya menjadi salah satu program unggulan, kini berada di posisi keempat dengan tingkat kepuasan 10,2 persen.
Taufik menilai berbagai persoalan dalam pelaksanaan MBG, mulai dari kasus keracunan makanan hingga dugaan korupsi di lingkungan Badan Gizi Nasional (BGN), turut memengaruhi penilaian masyarakat.
Ia juga menyoroti perubahan kepemimpinan BGN serta langkah pemerintah menahan perluasan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan melakukan penyesuaian anggaran program.
Dalam survei tersebut, program pemeriksaan kesehatan gratis menempati posisi teratas dengan tingkat kepuasan 18,4 persen. Berikutnya adalah renovasi sekolah rusak sebesar 17,8 persen, serta program swasembada pangan, energi, dan air sebesar 12,8 persen.
Program lain yang turut dinilai responden meliputi Sekolah Rakyat dengan 6,5 persen, bantuan sosial dan subsidi upah 5,2 persen, serta pembangunan tiga juta rumah sebesar 3 persen.
Adapun Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih memperoleh penilaian kepuasan 2,2 persen. Sekolah Unggul Garuda mencatat 2 persen, sedangkan pendirian Danantara dan penataan BUMN memperoleh 1,7 persen.
Sebanyak 7,3 persen responden menyebut program lainnya, sementara 13,1 persen tidak tahu atau tidak menjawab.
Taufik menilai belum ada satu program pemerintah yang menunjukkan capaian menonjol dalam penilaian publik selama dua tahun pemerintahan. Ia mendorong pemerintah mengevaluasi program yang berjalan sekaligus memperkuat pelaksanaan kebijakan baru, seperti pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt, biodiesel B50, dan pembukaan rekening bank untuk penyaluran bantuan sosial.
Metodologi Survei
Survei IndocPolls dilaksanakan pada 15–20 Oktober 2026 dengan melibatkan 1.200 responden yang tersebar di 38 provinsi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara tatap muka menggunakan metode multistage random sampling.
Survei tersebut memiliki margin of error sebesar kurang lebih 2,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. (kls)





Tanggapan
0Belum ada tanggapan. Jadilah yang pertama menulis.