JAKARTA, Suarabersama.com – Sekretaris Jenderal Gerakan Pemuda Ka’bah (GPK), M. Thobahul Aftoni, meminta polemik pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka diakhiri. Ia menilai pemerintah dan DPR RI perlu memusatkan perhatian pada berbagai agenda nasional yang membutuhkan penyelesaian segera.
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul munculnya wacana pemakzulan Gibran setelah putusan Mahkamah Konstitusi (MK) pada 6 Oktober 2026 terkait persoalan dokumen pendidikan Wakil Presiden.
Menurut Aftoni, perdebatan mengenai pemakzulan berpotensi menguras energi politik dan mengganggu stabilitas nasional apabila terus berlanjut. Ia mengajak seluruh pihak menahan diri serta memberikan kesempatan kepada pemerintah untuk menjalankan program-program prioritas.
Aftoni berpandangan bahwa pencalonan Gibran sebagai wakil presiden pada Pemilu 2024 merupakan bagian dari keputusan politik Prabowo Subianto bersama partai-partai koalisi. Oleh karena itu, menurutnya, upaya pemakzulan memiliki pertimbangan politik yang kompleks dan berpotensi memengaruhi stabilitas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
“Urusan syarat calon presiden dan wakil presiden 2024 sudah selesai. Biarkan pemerintah fokus bekerja untuk penguatan ekonomi nasional,” kata Aftoni dalam keterangannya.
Selain penguatan ekonomi, Aftoni meminta pemerintah memberikan perhatian terhadap penyelesaian kasus korupsi dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), termasuk dampaknya terhadap masyarakat di Kalimantan.
Sementara itu, ia mendorong DPR RI memprioritaskan pembahasan dan penyelesaian sejumlah rancangan undang-undang (RUU) yang dinilai penting, di antaranya RUU Perampasan Aset dan RUU Pemilu.
Menurut Aftoni, pembahasan RUU Pemilu perlu mencakup ketentuan parliamentary threshold atau ambang batas parlemen, serta persyaratan calon presiden dan wakil presiden. Kejelasan regulasi tersebut dinilai penting sebagai bagian dari persiapan menghadapi Pemilu 2029.
GPK berharap pemerintah dan DPR RI dapat mengarahkan perhatian pada agenda pembangunan, penegakan hukum, penguatan ekonomi, serta penyelesaian berbagai persoalan masyarakat.
Aftoni kembali mengajak seluruh pihak menjaga situasi politik tetap kondusif agar polemik pemakzulan tidak mengalihkan perhatian dari agenda nasional yang membutuhkan penanganan dan penyelesaian secara berkelanjutan. ANNA





Tanggapan
0Belum ada tanggapan. Jadilah yang pertama menulis.