TNI Kembangkan Proyek Mata Dewa, Rekrut Talenta Siber untuk Perkuat Pertahanan Digital

Bagikan
TNI Kembangkan Proyek Mata Dewa, Rekrut Talenta Siber untuk Perkuat Pertahanan Digital
Foto: beritasatu

JAKARTA, Suarabersama.com – Satuan Siber (Satsiber) TNI tengah berupaya merekrut seorang ahli siber dari komunitas deep web dan dark web untuk mendukung pengembangan proyek Mata Dewa. Proyek tersebut ditargetkan rampung pada 2027 sebagai bagian dari upaya memperkuat kemampuan pertahanan siber Indonesia.

Kepala Satsiber TNI Brigjen Juinta Omboh Sembiring mengungkapkan rencana perekrutan tersebut dalam sambutan peringatan HUT ke-9 Siber TNI di GOR Ahmad Yani, Rabu (14/10/2026).

“Dan ada satu yang tidak bisa kita tampilkan. Ini personel dari komunitas yang kita temukan di dunia maya, deep web dan dark web, karena ada proyek Mata Dewa yang sedang kita kerjakan. Mudah-mudahan tahun depan proyek Mata Dewa bisa tuntas,” ujar Juinta.

Menurut Juinta, pemuda yang menjadi sasaran perekrutan tersebut memiliki kemampuan di bidang siber dan aktif mengembangkan berbagai produk open source. Satsiber TNI berharap keahlian yang dimilikinya dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan pertahanan nasional.

“Jadi memang anak ini sedang terlibat proyek. Mana tahu dia mau bergabung dengan prajurit TNI, karena sudah ada banyak produk open source yang dibangun. Kalau di luar, dia bisa digaji enam kali lipat dari gaji kami. Semoga bisa kami tarik untuk menjadi prajurit TNI,” tuturnya.

Juinta menjelaskan, proyek Mata Dewa dikembangkan untuk memitigasi ancaman serangan siber, baik yang berasal dari luar maupun dalam negeri. Sistem tersebut ditujukan untuk membantu mengidentifikasi pelaku serangan siber, baik sebelum maupun setelah serangan terjadi.

“Intinya, bagaimana kita, ketika ada serangan, dapat menjajaki atau mengidentifikasi. Itu yang menjadi proyek Mata Dewa tadi,” imbuhnya.

Ia juga menegaskan bahwa pengembangan proyek Mata Dewa tidak ditujukan untuk disalahgunakan bagi kepentingan tertentu. Menurutnya, Satsiber TNI menjalankan tugas dalam lingkup pertahanan dengan tetap menghormati privasi.

“Saya rasa tidak. Kita paham tugas kita. Kita dari sektor pertahanan, kita menghormati privasi. Kita paham tugas kita bukan cybercrime, tetapi lebih kepada sektor pertahanan. Namun, kolaborasi dengan semua sektor, baik transportasi, keuangan, pemerintahan, maupun komunikasi, terus kita bangun,” tutupnya.

Melalui pengembangan proyek Mata Dewa dan upaya merekrut tenaga ahli, Satsiber TNI berupaya memperkuat kapasitas pertahanan siber serta membangun kolaborasi lintas sektor untuk menghadapi perkembangan ancaman digital. ANNA

Lebih banyak dari HANKAM

Tanggapan

0

Tulis tanggapan

Email tidak ditampilkan. Redaksi meninjau setiap tanggapan sebelum terbit.

Berapa 3 + 4?

Hitung jawaban ini agar tanggapan tidak dianggap spam.

Belum ada tanggapan. Jadilah yang pertama menulis.