SUARABERSAMA — Pemerintah terus memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui pengerahan kemampuan nasional serta kerja sama internasional. Terbaru, Jepang memberikan bantuan berupa pengiriman pesawat untuk mendukung upaya pemadaman karhutla di Indonesia.
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan bantuan Jepang merupakan bentuk kerja sama bilateral antara kedua kementerian pertahanan. Bantuan tersebut sekaligus menjadi bagian dari hubungan kerja sama Indonesia dengan negara-negara sahabat dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk bencana.
Kehadiran bantuan Jepang menjadi tambahan dukungan di tengah upaya pemerintah menangani karhutla di sejumlah wilayah. Jepang mengerahkan tiga helikopter CH-47 dan sekitar 600 personel JGSDF untuk mendukung operasi penanggulangan kebakaran di Kalimantan.
Sjafrie menegaskan Kementerian Pertahanan dan TNI telah mengimplementasikan kemampuan serta kekuatan yang dimiliki untuk membantu mengatasi kebakaran hutan. Pemerintah juga mendorong keterlibatan berbagai pihak agar penanganan dapat dilakukan secara lebih maksimal.
“Jadi kita harus bergotong royong mengatasi ini semuanya,” kata Sjafrie. Ia juga meminta para pengusaha yang memiliki alat berat maupun helikopter water bombing untuk memberikan bantuan kepada BNPB.
Langkah tersebut memperlihatkan pola penanganan bencana yang mengedepankan kolaborasi. Pemerintah tidak hanya mengandalkan satu institusi, tetapi mengintegrasikan kemampuan kementerian, TNI, lembaga penanggulangan bencana, pelaku usaha, masyarakat, hingga dukungan negara sahabat.
Kerja sama Indonesia-Jepang dalam penanganan karhutla juga memiliki dasar hubungan pertahanan yang semakin berkembang. Sebelumnya, kedua negara telah menyepakati penguatan kerja sama pertahanan, termasuk dalam aspek bantuan kemanusiaan dan operasi bencana.
Bantuan tersebut menjadi bukti bahwa hubungan Indonesia dengan negara sahabat dapat memberikan manfaat konkret ketika menghadapi situasi darurat. Dukungan teknologi, personel, dan kemampuan operasional dapat menjadi tambahan kekuatan bagi Indonesia dalam mengatasi bencana.
Pemerintah juga mengajak seluruh pihak yang memiliki sumber daya untuk ikut berkontribusi. Gotong royong dinilai menjadi kunci karena penanganan karhutla membutuhkan dukungan lintas sektor dan tidak dapat dibebankan hanya kepada pemerintah.
Dengan kombinasi kemampuan TNI, koordinasi pemerintah, dukungan BNPB, partisipasi masyarakat dan dunia usaha, serta bantuan negara sahabat, Indonesia terus memperkuat langkah mitigasi dan pemadaman karhutla.
Upaya tersebut menunjukkan komitmen pemerintah untuk merespons persoalan karhutla secara menyeluruh, sekaligus memastikan keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan tetap menjadi perhatian utama(*)





Tanggapan
0Belum ada tanggapan. Jadilah yang pertama menulis.