JAKARTA, suarabersama.com – Pemerintah membuka peluang bagi investor dalam negeri maupun asing untuk mengembangkan proyek perdagangan karbon di Papua. Wilayah dengan bentang hutan tropis yang luas dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu kawasan pengembangan ekonomi karbon di Indonesia.
Ketua Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua, Velix Wanggai, mengatakan ekonomi karbon kini menjadi salah satu agenda strategis pemerintah dalam mendorong pembangunan Papua.
Menurut Velix, pengembangan proyek karbon tidak hanya diarahkan untuk mendatangkan investasi, tetapi juga harus memberikan manfaat bagi masyarakat adat serta mendukung target pengurangan emisi Indonesia.
“Papua memiliki potensi yang sangat besar untuk pengembangan proyek karbon. Kami ingin menjadikan kebijakan karbon sebagai game changer yang mampu mempertemukan pemerintah, investor, pelaku usaha, lembaga internasional, dan masyarakat adat dalam membangun ekonomi hijau di Papua,” kata Velix dalam Forum Strategis Kesiapan Pasar Karbon Nasional dan Tata Kelola Karbon Korporasi di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (14/7/2026).
Ia menjelaskan pemerintah tengah memperkuat fondasi pengembangan ekonomi karbon, termasuk melalui pemetaan tanah, kawasan hutan, dan wilayah laut yang berkaitan dengan masyarakat adat.
Langkah tersebut dinilai penting untuk memberikan kejelasan mengenai hak masyarakat sekaligus menentukan pihak yang berhak memperoleh manfaat dari kegiatan ekonomi karbon.
Selain aspek regulasi dan kepastian hak, pemerintah juga menyiapkan pemetaan sosial, model bisnis, serta pola kerja sama antara pemerintah daerah, masyarakat adat, perusahaan, dan calon investor.
Salah satu peluang yang tengah dikembangkan adalah pemanfaatan program Perhutanan Sosial. Di Papua, alokasi kawasan untuk program tersebut disebut mencapai sekitar 1,86 juta hektare.
Pemerintah juga menyiapkan sejumlah proyek percontohan di enam provinsi di wilayah Papua. Proyek tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk mempercepat pengembangan kegiatan karbon berbasis masyarakat.
Velix mengajak perusahaan nasional dan internasional, asosiasi perdagangan karbon, serta pemerintah daerah ikut terlibat dalam pengembangan proyek tersebut.
“Kami mengundang seluruh pelaku usaha dan investor untuk bersama-sama membangun proyek karbon di Papua,” ujarnya.
Menurut dia, investasi karbon di Papua diharapkan tidak berhenti pada transaksi kredit karbon. Pemerintah ingin membangun ekosistem ekonomi hijau yang mampu meningkatkan manfaat bagi masyarakat adat sekaligus berkontribusi terhadap upaya Indonesia menekan emisi. (kls)





Tanggapan
0Belum ada tanggapan. Jadilah yang pertama menulis.