Airlangga: Pengumuman MSCI Tekan Rupiah dan IHSG

Bagikan
Airlangga: Pengumuman MSCI Tekan Rupiah dan IHSG

JAKARTA, suarabersama.com – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengakui pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengenai evaluasi status pasar modal Indonesia turut memicu tekanan terhadap rupiah dan pasar saham.

Pada perdagangan Jumat (16/10/2026), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat anjlok 10,76 persen ke level 5.233 pada sesi I. Pada saat yang sama, nilai tukar rupiah kembali melemah hingga menembus Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS).

Tekanan pasar terjadi setelah MSCI mengumumkan konsultasi mengenai kemungkinan perubahan klasifikasi pasar modal Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.

Airlangga mengatakan dampak tersebut tidak terlepas dari waktu pengumuman MSCI yang datang lebih cepat dari perkiraan pemerintah. Sebelumnya, pemerintah memperkirakan laporan terkait status pasar modal Indonesia baru disampaikan pada November.

“Tentu ada akibat daripada pengumuman MSCI. Pengumuman itu lebih cepat daripada ekspektasi,” kata Airlangga di Jakarta, Jumat (16/10/2026).

Menurut Airlangga, MSCI kini menetapkan sejumlah periode pada 2027 untuk menyampaikan perkembangan lanjutan, yakni sekitar Maret, April, dan Juni. Pemerintah dan otoritas pasar modal diminta menggunakan waktu tersebut untuk menunjukkan pelaksanaan berbagai langkah pembenahan yang telah dijanjikan.

Reformasi Pasar Modal Harus Terlihat

Airlangga menilai proses perubahan regulasi membutuhkan sejumlah tahapan administratif sebelum dapat diterapkan. Namun, ia menegaskan proses tersebut tidak boleh menghambat agenda reformasi pasar modal.

Pemerintah, kata dia, perlu memastikan perbaikan yang dilakukan dapat terlihat secara nyata oleh pelaku pasar, baik investor domestik maupun asing.

“Reform itu harus dijalankan dan progresnya harus kelihatan, terutama bagi investor dalam negeri maupun luar negeri,” ujarnya.

Evaluasi MSCI menjadi catatan penting bagi pemerintah untuk mempercepat pembenahan tata kelola pasar modal. Pemerintah juga perlu memastikan kebijakan yang disiapkan mampu memberikan kepastian serta meningkatkan kepercayaan investor terhadap pasar keuangan Indonesia. (kls)

Lebih banyak dari EKONOMI

Tanggapan

0

Tulis tanggapan

Email tidak ditampilkan. Redaksi meninjau setiap tanggapan sebelum terbit.

Berapa 9 + 4?

Hitung jawaban ini agar tanggapan tidak dianggap spam.

Belum ada tanggapan. Jadilah yang pertama menulis.