Jaga Generasi Muda, Papua Barat Daya Tingkatkan Kewaspadaan terhadap Propaganda Radikalisme

Bagikan
Jaga Generasi Muda, Papua Barat Daya Tingkatkan Kewaspadaan terhadap Propaganda Radikalisme
Foto: Antara

Suarabersama.com – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Papua Barat Daya memperkuat kerja sama dengan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) untuk mencegah penyebaran paham radikalisme dan terorisme, khususnya di kalangan generasi muda.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kesbangpol Papua Barat Daya, George Japsenang, mengatakan kolaborasi tersebut diperlukan untuk memperkuat deteksi dini serta menyusun langkah konkret guna mencegah penyebaran paham radikalisme di wilayah tersebut.

“Papua Barat Daya merupakan pintu gerbang Tanah Papua. Karena itu, upaya pencegahan dini dan deteksi dini terhadap radikalisme dan terorisme perlu diperkuat agar tidak menyebar, terutama di kalangan generasi muda,” kata George dalam rapat koordinasi FKPT di Kota Sorong, Jumat.

George mengungkapkan, terdapat sekitar enam orang yang terpapar paham radikalisme di Papua Barat Daya. Mereka saat ini menjalani pembinaan oleh Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri bersama Dinas Sosial untuk membantu proses pemulihan.

Menurutnya, pencegahan radikalisme dan terorisme membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, tidak hanya pemerintah daerah. Unsur yang perlu dilibatkan antara lain FKPT, aparat keamanan, tokoh agama, tokoh adat, akademisi, lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan, dan masyarakat.

Sebagai langkah konkret, Kesbangpol dan FKPT menggelar rapat koordinasi untuk menyusun program pencegahan yang lebih terarah. Kegiatan tersebut mencakup pemetaan potensi kerawanan serta edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya radikalisme, intoleransi, dan terorisme.

Koordinasi ini juga diarahkan untuk meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai risiko penyebaran paham radikal, memperkuat penanaman nilai-nilai Pancasila dan wawasan kebangsaan, serta mendorong penggunaan media sosial secara bijak agar tidak mudah terpengaruh propaganda kekerasan.

George menambahkan, rapat koordinasi tersebut menjadi sarana memperkuat komunikasi dan sinergi antara pemerintah daerah, FKPT, aparat keamanan, dunia pendidikan, serta organisasi kepemudaan dalam menjaga persatuan dan kerukunan masyarakat.

Ia berharap kolaborasi lintas sektor dapat dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga upaya pencegahan radikalisme dan terorisme di Papua Barat Daya semakin efektif, terutama dalam melindungi generasi muda dari pengaruh ideologi kekerasan. ANNA

Lebih banyak dari IDEOLOGI

Tanggapan

0

Tulis tanggapan

Email tidak ditampilkan. Redaksi meninjau setiap tanggapan sebelum terbit.

Berapa 6 + 2?

Hitung jawaban ini agar tanggapan tidak dianggap spam.

Belum ada tanggapan. Jadilah yang pertama menulis.