Siswa SMKN 39 Jakarta Dibekali Psikologi dan Nilai Keislaman untuk Cegah Cyberbullying

Bagikan
Siswa SMKN 39 Jakarta Dibekali Psikologi dan Nilai Keislaman untuk Cegah Cyberbullying

JAKARTA, suarabersama.com — Sebanyak 50 siswa SMKN 39 Cempaka Putih, Jakarta Pusat, mendapat edukasi mengenai bahaya dan pencegahan perundungan di dunia maya atau cyberbullying.

Peserta terdiri atas 25 siswa kelas X dan 25 siswa kelas XI. Kegiatan tersebut digelar Fakultas Psikologi Universitas YARSI pada Kamis (1/10/2026) dengan mengusung tema “Program Edukasi Pencegahan Perilaku Cyberbullying pada Siswa SMKN 39 Berbasis Psikologi dan Nilai-Nilai Keislaman.”

Program ini dirancang untuk membantu pelajar mengenali bentuk-bentuk perundungan digital, memahami dampaknya terhadap korban, serta mengetahui langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah maupun menghadapi perilaku tersebut.

Materi tidak hanya menggunakan pendekatan psikologi, tetapi juga mengangkat nilai-nilai keislaman sebagai dasar membangun etika dan sikap saling menghormati dalam berkomunikasi di ruang digital.

Kegiatan berlangsung mulai pukul 08.30 hingga 12.00 WIB. Peserta mengikuti sejumlah tahapan, mulai dari pre-test, pemaparan materi, diskusi, sesi tanya jawab, kuis, hingga post-test.

Ketua tim Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Psikologi Universitas YARSI, Karimulloh, turut menjadi narasumber bersama Ade Nursanti yang memberikan materi dari sisi psikologi.

Kepala SMKN 39 Jakarta, Ani Kristiani, mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, edukasi tentang perilaku di media sosial semakin penting karena teknologi digital telah menjadi bagian dari keseharian siswa.

“Ini sangat positif untuk menambah wawasan dan bisa diterapkan siswa dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Ani dalam keterangannya.

Pemahaman Siswa Meningkat

Dalam kegiatan tersebut, siswa diajak memahami bahwa perundungan digital dapat muncul dalam berbagai bentuk, termasuk komentar, unggahan, maupun perilaku lain di media sosial yang dapat merugikan atau menyakiti orang lain.

Penyampaian materi dilakukan secara interaktif dengan menggunakan contoh kasus yang dekat dengan kehidupan pelajar. Diskusi dan kuis juga diberikan agar peserta tidak hanya memahami teori, tetapi mampu mengenali persoalan yang mungkin mereka temui saat menggunakan media sosial.

Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta. Perbandingan nilai pre-test dan post-test menunjukkan skor pemahaman siswa meningkat sekitar 10 persen setelah mengikuti program.

Para peserta juga memberikan respons positif. Mereka menilai materi yang diberikan mudah dipahami dan sesuai dengan pengalaman mereka sebagai pengguna media sosial. Sesi diskusi dan tanya jawab dinilai membantu memperjelas persoalan yang sebelumnya sulit mereka pahami.

Selain dosen, mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas YARSI ikut terlibat dalam kegiatan tersebut. Mereka membantu berbagai kebutuhan teknis, seperti administrasi, dokumentasi, pengumpulan evaluasi, dan pelaksanaan kegiatan.

Bagi mahasiswa, keterlibatan tersebut menjadi bagian dari pengalaman pengabdian kepada masyarakat sekaligus memberi kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan pelajar.

Melalui program ini, Fakultas Psikologi Universitas YARSI dan SMKN 39 Jakarta mendorong pelajar agar lebih bertanggung jawab dalam menggunakan media sosial. Kesadaran terhadap dampak perundungan diharapkan dapat membantu menciptakan ruang digital yang lebih aman, sehat, dan beretika. (kls)

Lebih banyak dari IDEOLOGI

Tanggapan

0

Tulis tanggapan

Email tidak ditampilkan. Redaksi meninjau setiap tanggapan sebelum terbit.

Berapa 7 + 5?

Hitung jawaban ini agar tanggapan tidak dianggap spam.

Belum ada tanggapan. Jadilah yang pertama menulis.