Eks Napi Terorisme Ditangkap Terkait Pembakaran Warung Mi Babi di Sukoharjo

Bagikan
Eks Napi Terorisme Ditangkap Terkait Pembakaran Warung Mi Babi di Sukoharjo

Sukoharjo, suarabersama.com– Polisi menangkap seorang pria berinisial AS yang diduga terlibat dalam perusakan dan pembakaran Warung Mi Babi Tepi Sawah di Desa Parangjoro, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.

Kapolda Jawa Tengah Irjen Roy Hardi Siahaan mengatakan AS diamankan dalam penggerebekan sebuah rumah kontrakan yang diduga ditempati pelaku. Penangkapan tersebut merupakan bagian dari penyelidikan kasus pembakaran yang terjadi pada 12 September 2026.

“Sejauh ini yang sudah kita amankan satu orang, atas nama AS,” kata Roy saat berada di sekitar lokasi kejadian, Selasa (20/10/2026).

Polisi kemudian menelusuri latar belakang AS. Dari hasil pengecekan, AS diketahui pernah menjalani hukuman sebagai narapidana kasus terorisme.

Roy mengatakan pihaknya masih mendalami keterkaitan riwayat tersebut dengan kasus pembakaran warung. Polisi juga masih menyelidiki kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat.

“Dari hasil penelusuran, dia merupakan eks napi terorisme. Kami masih mendalami sejauh mana keterkaitannya,” ujar Roy.

Dalam penggerebekan tersebut, polisi turut menemukan sejumlah senjata dan benda tajam di rumah yang ditempati AS. Barang-barang yang diamankan antara lain busur, samurai, beberapa pisau, senapan angin, dan sangkur.

Polisi masih melakukan pemeriksaan serta pendalaman terhadap barang bukti tersebut untuk mengetahui kaitannya dengan kasus perusakan dan pembakaran Warung Mi Babi Tepi Sawah.

Kasus pembakaran itu sebelumnya terjadi pada 12 September 2026. Polisi kini masih mengembangkan penyelidikan untuk mengungkap motif, kronologi lengkap, serta kemungkinan keterlibatan pelaku lainnya.

Lebih banyak dari IDEOLOGI

Tanggapan

0

Tulis tanggapan

Email tidak ditampilkan. Redaksi meninjau setiap tanggapan sebelum terbit.

Berapa 6 + 8?

Hitung jawaban ini agar tanggapan tidak dianggap spam.

Belum ada tanggapan. Jadilah yang pertama menulis.