Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Investasi Capai Rp3.923 Triliun dan Serap 5,48 Juta Tenaga Kerja

Bagikan
Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Investasi Capai Rp3.923 Triliun dan Serap 5,48 Juta Tenaga Kerja
Foto: Setneg

Jakarta, Suarabersama.com – Pemerintah mencatat realisasi investasi sebesar Rp3.923,2 triliun selama periode Oktober 2024 hingga September 2026, bertepatan dengan dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Capaian tersebut diikuti penyerapan tenaga kerja sebanyak 5.485.944 orang, dengan porsi investasi di luar Pulau Jawa mencapai 51,8 persen.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sekaligus Kepala Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan Roeslani, menyampaikan data tersebut dalam laporan pada Sidang Kabinet Paripurna di Jakarta.

“Mulai Oktober 2024 sampai dengan September 2026, total investasi yang sudah masuk sebesar hampir Rp4.000 triliun Bapak Presiden, atau Rp3.923,2 triliun,” ungkap Rosan, dikutip dari Antara, Jumat (23/10/2026).

Rosan menjelaskan, realisasi investasi di luar Pulau Jawa mencapai Rp2.031 triliun atau 51,8 persen dari total investasi. Sementara itu, investasi di Pulau Jawa tercatat sebesar Rp1.892,2 triliun atau 48,2 persen.

Dari sisi asal modal, penanaman modal dalam negeri (PMDN) mencapai Rp1.998,7 triliun atau 50,9 persen dari total investasi. Adapun penanaman modal asing (PMA) tercatat sebesar Rp1.924,5 triliun.

“Investasi dalam negerinya 50,9 persen atau Rp1.998,7 triliun dan penanaman modal asing adalah Rp1.924,5 triliun. Jadi ini adalah selama dua tahun persis Bapak Presiden, dari dua tahun Kabinet Merah Putih di bawah pimpinan Bapak Presiden dan Bapak Wakil Presiden,” jelas Rosan.

Selain melaporkan realisasi investasi, Rosan menyampaikan perkembangan penataan perusahaan yang berada di bawah Danantara melalui proses streamlining atau penyederhanaan. Langkah tersebut ditujukan untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, serta optimalisasi aset perusahaan.

Hingga saat ini, sebanyak 364 perusahaan telah menjalani proses penataan. Danantara menargetkan jumlah tersebut meningkat menjadi 700 perusahaan pada akhir Desember 2026.

Rosan juga melaporkan proyeksi peningkatan profitabilitas perusahaan yang dikelola Danantara. Nilai profitabilitas tersebut ditargetkan mencapai Rp334 triliun pada akhir 2026.

“Dari segi pertumbuhan profitabilitas juga meningkat cukup signifikan Bapak, sehingga pada target mungkin di akhir tahun ini bisa mencapai Rp334 triliun,” imbuh Rosan.

Realisasi investasi, penyerapan tenaga kerja, dan penataan perusahaan di bawah Danantara menjadi bagian dari capaian serta agenda pengelolaan ekonomi pemerintah selama dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran. Sementara itu, target penataan 700 perusahaan dan profitabilitas Rp334 triliun masih menjadi sasaran yang hendak dicapai hingga akhir 2026. ANNA

Lebih banyak dari EKONOMI

Tanggapan

0

Tulis tanggapan

Email tidak ditampilkan. Redaksi meninjau setiap tanggapan sebelum terbit.

Berapa 4 + 5?

Hitung jawaban ini agar tanggapan tidak dianggap spam.

Belum ada tanggapan. Jadilah yang pertama menulis.