Jakarta, Suarabersama.com – Sari Putri menyampaikan permohonan maaf kepada mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) setelah muncul polemik terkait penggunaan jaket almamater berlogo lama BSI dalam kegiatan Deklarasi Sumpah Pemuda di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta.
Permintaan maaf tersebut disampaikan melalui sebuah video yang diunggah di akun Instagram @kbm_ubsi.dws. Dalam pernyataannya, Sari mengakui penggunaan almamater tersebut telah menimbulkan kesalahpahaman dan berdampak terhadap nama baik kampus.
“Pada kesempatan kali ini, atas nama saya Sari Putri, saya memohon maaf kepada seluruh mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) atas polemik yang terjadi terkait penggunaan almamater berlogo lama BSI dalam kegiatan deklarasi Sumpah Pemuda di Bundaran HI,” kata Sari dalam video tersebut seperti dikutip Minggu (1/11).
Sari juga menegaskan bahwa dirinya bukan mahasiswa aktif UBSI. Ia menjelaskan, jaket almamater yang dikenakannya merupakan pemberian seseorang yang tidak dikenalnya dan bukan identitas resmi sebagai mahasiswa kampus tersebut.
“Dengan ini, saya menegaskan bahwa saya bukan mahasiswa aktif UBSI. Almamater yang saya gunakan merupakan pemberian dari seseorang yang tidak saya kenal dan bukan merupakan identitas resmi saya sebagai mahasiswa UBSI,” tutur dia.
Ia mengakui tindakannya telah memunculkan persepsi yang keliru di tengah masyarakat. Karena itu, Sari menyampaikan permohonan maaf sekaligus menyatakan bertanggung jawab atas penggunaan atribut tersebut.
“Saya menyadari bahwa penggunaan almamater tersebut telah menimbulkan kesalahpahaman dan berdampak pada nama baik institusi. Atas hal tersebut, saya memohon maaf sebesar-besarnya dan bertanggung jawab atas tindakan saya,” sambungnya.
Sari turut menegaskan bahwa tindakan maupun pernyataan pribadinya tidak mewakili sikap resmi dan kepentingan institusi UBSI. Ia berharap masyarakat dapat melihat persoalan tersebut secara objektif tanpa mengaitkannya dengan seluruh mahasiswa maupun civitas akademika kampus.
“Kami berharap masyarakat dapat menyikapi persoalan ini secara objektif dan tidak mengaitkan tindakan individu tersebut dengan seluruh mahasiswa maupun civitas akademik UBSI. Demikian klarifikasi saya ini saya sampaikan, terima kasih,” ucap dia.
Sebelumnya, Polda Metro Jaya juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat menyusul berbagai tanggapan yang muncul terkait penyelenggaraan Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan pihaknya menerima berbagai kritik sebagai bahan evaluasi terhadap kegiatan tersebut.
“Atas nama Polda Metro Jaya, kami meminta maaf kepada seluruh masyarakat. Kami memahami kegiatan tersebut menimbulkan beragam tanggapan, dan setiap kritik yang disampaikan kami terima dengan lapang dada untuk menjadi evaluasi,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, dalam keterangan resmi, Sabtu (31/10).
Budi juga menjelaskan kehadiran Raffi Ahmad dan Willie Salim dalam kegiatan tersebut merupakan undangan dari pihak kepolisian selaku penyelenggara.
“Saudara Raffi Ahmad dan Saudara Willie Salim datang atas undangan kami selaku penyelenggara. Keduanya berniat baik untuk turut memaknai Sumpah Pemuda,” sambungnya. ANNA





Tanggapan
0Belum ada tanggapan. Jadilah yang pertama menulis.