Suarabersama— Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung Timur, terus dilakukan melalui kerja sama petugas taman nasional, TNI, Polri, pemerintah daerah, BPBD, masyarakat, dan pihak terkait. Kolaborasi tersebut menjadi langkah penting untuk mengendalikan api sekaligus melindungi kawasan konservasi yang menjadi habitat beragam satwa liar.
Humas Balai Taman Nasional Way Kambas, Riri Fitriandi, menyampaikan bahwa kebakaran terjadi di sejumlah lokasi dengan karakteristik berbeda. Kebakaran di sekitar Resort Susukan Baru dan Resort Rawa Bunder dilaporkan telah padam pada Minggu, 25 Oktober 2026. Meski demikian, petugas tetap melakukan penyiraman dan pemantauan untuk mencegah bara api kembali menyala.
Sementara itu, penanganan kebakaran di wilayah Cabang, bagian utara TNWK, masih menghadapi tantangan karena berada di kawasan gambut. Material gambut dapat menyimpan panas di bawah permukaan sehingga bara berpotensi muncul kembali meskipun area telah disiram.
Sekitar 350 personel dilaporkan terlibat dalam upaya penanganan kebakaran di wilayah tersebut. Dukungan berbagai unsur menjadi bagian penting dalam memperluas jangkauan pemadaman, mengingat luas kawasan TNWK mencapai sekitar 125.000 hektare.
Selain pengerahan personel, dukungan sarana dan sumber air juga diperlukan untuk mempercepat penanganan. Pihak pengelola taman nasional menyebut PT Great Giant Pineapple turut membantu menyediakan sumber air dan sarana pemadaman di kawasan perbatasan.
Kondisi kemarau panjang dan mengeringnya vegetasi menjadi tantangan tersendiri karena dapat mempercepat rambatan api. Oleh sebab itu, pemadaman perlu disertai pemantauan berkelanjutan, pembasahan area rawan, serta deteksi dini terhadap kemunculan titik api baru.
Upaya bersama ini menunjukkan pentingnya koordinasi antara pemerintah, aparat, pengelola kawasan, dunia usaha, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan. Ke depan, penguatan pencegahan dan kesiapsiagaan diharapkan dapat mengurangi risiko kebakaran serta melindungi ekosistem Taman Nasional Way Kambas.





Tanggapan
0Belum ada tanggapan. Jadilah yang pertama menulis.