Suarabersama— Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) terus memperkuat profesionalisme dan kesiapsiagaan prajurit dalam menghadapi potensi ancaman terhadap objek vital nasional. Upaya tersebut diwujudkan melalui latihan simulasi penanggulangan bahaya bahan peledak yang digelar Batalyon Zeni Tempur (Yonzipur) 9 Lang Lang Bhuwana Divisi Infanteri 1 Kostrad di Stasiun Kereta Cepat Whoosh Tegalluar, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa (20/10/2026).
Latihan tersebut bertujuan menguji kemampuan teknis dan taktis prajurit dalam menangani potensi ancaman bahan peledak, sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan petugas keamanan stasiun dalam menghadapi situasi darurat.
Komandan Yonzipur 9/LLB/1 Kostrad Letkol Czi Martin Novence menjelaskan bahwa latihan menjadi bagian dari upaya meningkatkan kemampuan prajurit sekaligus memperkuat koordinasi dengan pengelola fasilitas transportasi publik.
Dalam pelaksanaannya, simulasi menekankan pentingnya ketelitian, kedisiplinan, kecepatan, dan ketepatan dalam mengambil keputusan. Faktor-faktor tersebut sangat penting dalam penanganan ancaman berisiko tinggi yang berkaitan langsung dengan keselamatan masyarakat.
Kerja sama antara prajurit TNI AD dan manajemen stasiun juga menjadi bagian penting dari kegiatan tersebut. Melalui koordinasi yang baik, setiap unsur diharapkan memahami peran dan prosedur yang diperlukan ketika menghadapi keadaan darurat.
Latihan ini mencerminkan komitmen TNI AD untuk terus meningkatkan kesiapan operasional serta mendukung perlindungan terhadap fasilitas transportasi strategis nasional.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan profesionalisme prajurit semakin meningkat dan sinergi antarpihak semakin kuat demi menjaga keamanan serta memberikan rasa aman kepada pengguna layanan kereta cepat.





Tanggapan
0Belum ada tanggapan. Jadilah yang pertama menulis.