Suarabersama — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melantik sejumlah pejabat strategis di lingkungan pemerintahan dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (15/10/2026). Pelantikan ini menjadi bagian dari penataan kepemimpinan untuk memperkuat pelaksanaan tugas pemerintahan, pertahanan negara, serta pelayanan kepada masyarakat.
Sejumlah jabatan yang diisi meliputi Wakil Menteri Pertahanan, Wakil Panglima TNI, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta sejumlah posisi wakil menteri dan pimpinan badan lainnya.
Dalam pelantikan tersebut, Presiden Prabowo mengangkat Marsekal TNI Yusuf Jauhari dan Jenderal TNI Richard Tampubolon sebagai Wakil Menteri Pertahanan dengan bidang tugas masing-masing. Yusuf Jauhari bertanggung jawab pada bidang logistik, industri pertahanan, dan teknologi, sedangkan Richard Tampubolon menangani bidang strategi, doktrin, dan pembangunan kekuatan pertahanan.
Di lingkungan TNI, Jenderal TNI Maruli Simanjuntak dilantik sebagai Wakil Panglima TNI sekaligus Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan dan Daerah Terpencil. Sementara itu, Jenderal TNI Tandyo Budi Revita dipercaya mengemban jabatan Kepala Staf Angkatan Darat.
Presiden juga melantik Letnan Jenderal TNI Kristomei Sianturi sebagai Kepala BNPB. Selain itu, Satyawan Pudyatmoko ditetapkan sebagai Kepala Badan Pengelolaan Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN), dengan Mayor Jenderal TNI Sriyanto sebagai wakil kepala badan tersebut. Dua pejabat lainnya yang dilantik adalah Alim Setiawan Slamet sebagai Wakil Menteri Pertanian dan M. Maulana Bungaran sebagai Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Dalam prosesi pelantikan, Presiden Prabowo memimpin pengucapan sumpah jabatan yang menegaskan komitmen para pejabat untuk menaati Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, menjalankan peraturan perundang-undangan, serta melaksanakan amanah dengan penuh tanggung jawab.
Penataan kepemimpinan ini diharapkan dapat memperkuat koordinasi antarlembaga dan meningkatkan efektivitas pelaksanaan program pemerintah. Pada sektor pertahanan, pembagian tugas di Kementerian Pertahanan diharapkan mendukung pengembangan kekuatan pertahanan yang terencana, modern, dan mampu menjawab tantangan strategis.
Sementara itu, pengangkatan pimpinan baru BNPB diharapkan memperkuat kesiapsiagaan, koordinasi, dan respons penanggulangan bencana. Di bidang pengelolaan gambut dan mangrove, kepemimpinan baru diharapkan mendukung perlindungan ekosistem serta upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan.
Melalui penguatan struktur kepemimpinan tersebut, pemerintah diharapkan semakin optimal dalam menjalankan agenda pembangunan nasional, menjaga stabilitas, serta memberikan pelayanan yang responsif kepada masyarakat.
Pelantikan ini sekaligus menegaskan pentingnya integritas, profesionalisme, dan sinergi lintas sektor dalam menjalankan amanah negara. Dengan pelaksanaan tugas yang terukur dan akuntabel, para pejabat yang baru dilantik diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kepentingan bangsa dan negara.





Tanggapan
0Belum ada tanggapan. Jadilah yang pertama menulis.