Tanggap Darurat Diperpanjang, Pemerintah Fokus Pulihkan Infrastruktur dan Layanan Warga Parigi Moutong

Bagikan
Tanggap Darurat Diperpanjang, Pemerintah Fokus Pulihkan Infrastruktur dan Layanan Warga Parigi Moutong

Suarabersama– Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong mengambil langkah lanjutan dalam penanganan dampak banjir bandang dengan memperpanjang status tanggap darurat selama 14 hari. Kebijakan ini dilakukan untuk memberikan waktu yang cukup bagi pemerintah dan masyarakat menyelesaikan berbagai pekerjaan pemulihan di wilayah yang masih membutuhkan penanganan.

Status tanggap darurat diperpanjang di Kecamatan Parigi Utara dan Kecamatan Kasimbar. Pemerintah daerah menilai masih terdapat sejumlah kebutuhan teknis yang harus diselesaikan, terutama berkaitan dengan infrastruktur dasar dan perlindungan kawasan terdampak.

Pelaksana tugas Kepala BPBD Parigi Moutong Moh Rivai menjelaskan bahwa perpanjangan dilakukan setelah mempertimbangkan kondisi di lapangan. Sejumlah pekerjaan masih berlangsung, mulai dari rehabilitasi jaringan air bersih hingga normalisasi sungai.

Di Kecamatan Kasimbar, pemerintah melakukan pemasangan geobag sepanjang 500 meter di sungai Desa Laemanta. Geobag tersebut menjadi salah satu upaya untuk membantu memperkuat bantaran sungai sekaligus mendukung penanganan pascabanjir.

Pemerintah juga memastikan kebutuhan air bersih warga tetap terpenuhi selama proses perbaikan berlangsung. Di Desa Laemanta, BPBD mengerahkan mobil tangki untuk membantu memasok air kepada masyarakat karena jaringan air bersih masih dalam tahap rehabilitasi.

Upaya pemulihan juga dilakukan di Desa Toboli Barat, Kecamatan Parigi Utara. Petugas BPBD bersama masyarakat setempat bergotong royong memperbaiki jaringan air bersih yang terdampak banjir.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa penanganan bencana tidak berhenti setelah kondisi darurat mereda. Pemerintah daerah tetap memastikan fasilitas dasar masyarakat dipulihkan agar warga dapat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih aman dan nyaman.

Banjir yang terjadi pada 28 Agustus 2026 memberikan dampak cukup besar terhadap sejumlah wilayah, termasuk Desa Laemanta yang menjadi salah satu lokasi terdampak parah. Karena itu, pemerintah menilai proses pemulihan membutuhkan waktu dan penanganan secara bertahap.

Di sisi lain, kondisi masyarakat mulai membaik. Posko induk dan dapur umum telah selesai karena warga yang sebelumnya mengungsi sudah kembali ke rumah masing-masing. Hal ini menjadi indikator bahwa penanganan darurat telah memasuki tahap pemulihan.

Pemerintah daerah juga terus mengedepankan kolaborasi dengan masyarakat dalam mempercepat pemulihan. Gotong royong antara BPBD dan warga menjadi bagian penting untuk memastikan pekerjaan di lapangan dapat dilakukan secara efektif.

Perpanjangan status tanggap darurat bukan sekadar penambahan waktu penanganan, tetapi menjadi bentuk keseriusan pemerintah memastikan seluruh kebutuhan pemulihan dapat dituntaskan. Pemerintah hadir melalui penanganan infrastruktur, penyediaan air bersih, perlindungan bantaran sungai, hingga koordinasi bersama masyarakat.

Dengan langkah tersebut, Pemkab Parigi Moutong menunjukkan komitmennya dalam melindungi masyarakat sekaligus mempercepat pemulihan wilayah terdampak. Pemerintah berharap seluruh pekerjaan dapat diselesaikan secara bertahap sehingga kehidupan masyarakat dapat kembali normal dan infrastruktur dasar berfungsi dengan baik.

Lebih banyak dari BERITA

Tanggapan

0

Tulis tanggapan

Email tidak ditampilkan. Redaksi meninjau setiap tanggapan sebelum terbit.

Berapa 6 + 3?

Hitung jawaban ini agar tanggapan tidak dianggap spam.

Belum ada tanggapan. Jadilah yang pertama menulis.