JAKARTA
Jakarta, Suarabersama.com – Pimpinan DPR RI pada Selasa (29/9/2026) menerima 11 perwakilan buruh yang melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR RI. Pertemuan ini bertujuan untuk mendengarkan aspirasi para buruh terkait RUU Perlindungan Ketenagakerjaan yang saat ini sedang dibahas di DPR. Wakil Ketua DPR, Saan Mustopa, dan Cucun Ahmad Syamsurijal, menjadi perwakilan pimpinan yang menerima para buruh di ruang Abdul Muis, gedung Kura-kura.
Saan Mustopa dalam pertemuan tersebut menyampaikan terima kasih kepada perwakilan buruh yang hadir. Ia memastikan bahwa masukan yang diberikan akan ditindaklanjuti dalam pembahasan di Panja (Panitia Kerja). “Kami ucapkan terima kasih kepada Saudara-saudara semua yang sudah hadir untuk menyampaikan berbagai aspirasi dan tuntutannya. Nanti akan saya tindaklanjuti dan sampaikan khususnya di Panja,” ujarnya.
Tuntutan Buruh dalam RUU Perlindungan Ketenagakerjaan
Para buruh yang tergabung dalam Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia (KBPBI) menekankan pentingnya RUU Perlindungan Ketenagakerjaan untuk memberikan kepastian kerja, upah yang layak, serta kebebasan berserikat. Mereka berharap undang-undang ini dapat menjamin perlindungan sosial dan keadilan bagi seluruh pekerja. RUU tersebut saat ini sedang dibahas di Komisi IX DPR dan ditargetkan untuk selesai pada bulan Oktober mendatang.
Dalam aksi tersebut, para buruh menyampaikan beberapa tuntutan, antara lain penghentian mekanisme outsourcing, jaminan upah layak, cuti haid bagi buruh perempuan, serta lapangan pekerjaan untuk penyandang disabilitas. Saan Mustopa juga memberikan kesempatan kepada perwakilan buruh untuk menyampaikan aspirasi mereka secara langsung.
Proses Pertemuan dan Tindak Lanjut
Dalam pertemuan itu, Saan Mustopa mengajak perwakilan buruh untuk menyampaikan aspirasi mereka, baik secara kolektif maupun melalui perwakilan. “Kami persilakan apakah mau 11-11-nya menyampaikan, atau nanti ada perwakilan yang mau menyampaikannya. Kami persilakan,” tambahnya.
Wakil Ketua DPR lainnya, Sufmi Dasco Ahmad, sebelumnya juga menyampaikan bahwa pimpinan DPR siap menerima aspirasi dari buruh yang melakukan aksi di depan gedung parlemen. Ia menegaskan bahwa komunikasi dengan serikat pekerja telah terjalin dengan baik dan pimpinan DPR berkomitmen untuk mendengarkan tuntutan mereka.
Dengan adanya pertemuan ini, diharapkan aspirasi para buruh dapat diakomodasi dalam pembahasan RUU Perlindungan Ketenagakerjaan, sehingga dapat memberikan manfaat yang nyata bagi seluruh pekerja di Indonesia. (hni)
Sumber: detiknews, tirto.id





Tanggapan
0Belum ada tanggapan. Jadilah yang pertama menulis.