Suarabersama– Pemerintah terus memperkuat pengembangan energi baru terbarukan sebagai bagian dari upaya membangun ketahanan energi nasional. Salah satu langkah tersebut diwujudkan melalui penyertaan modal negara (PMN) sebesar Rp1,3 triliun kepada PT Geo Dipa Energi (Persero) untuk mendukung pembangunan pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP).
Direktur Utama Geo Dipa Energi Yudistian Yunis menjelaskan bahwa PMN tersebut berasal dari APBN dan digunakan sebagai ekuitas untuk mendampingi pembiayaan proyek panas bumi yang sedang berjalan. Skema tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kemampuan perusahaan dalam mengembangkan kapasitas pembangkit energi bersih.
Dukungan pemerintah melalui PMN menunjukkan perhatian terhadap pengembangan panas bumi sebagai salah satu sumber energi terbarukan yang dimiliki Indonesia. Pemanfaatan sumber daya panas bumi dinilai memiliki peran penting dalam diversifikasi sumber energi sekaligus mendukung pengembangan sistem ketenagalistrikan yang lebih berkelanjutan.
Geo Dipa saat ini telah mengoperasikan pembangkit dengan kapasitas 120 megawatt (MW). Perusahaan juga tengah membangun tambahan kapasitas 100 MW dan menyiapkan proses pengadaan untuk pembangkit sebesar 110 MW. Dengan sejumlah proyek tersebut, total kapasitas panas bumi yang dikelola Geo Dipa mendekati 400 MW.
Pengembangan kapasitas tersebut memperlihatkan adanya upaya untuk meningkatkan pemanfaatan potensi panas bumi secara bertahap. Indonesia sendiri memiliki potensi panas bumi yang besar sehingga pengembangan sektor ini menjadi salah satu bagian penting dalam agenda transisi energi.
Selain melalui PMN, Geo Dipa tengah menyiapkan sejumlah alternatif pembiayaan untuk mendukung ekspansi usaha. Perusahaan mempertimbangkan pinjaman dari lembaga pembiayaan pembangunan, penerbitan obligasi, serta monetisasi aset karbon sebagai sumber pendanaan tambahan.
Langkah tersebut sejalan dengan upaya pemerintah membangun ekosistem ekonomi hijau. Geo Dipa juga menyatakan kesiapan untuk menjalankan peran sebagai instrumen fiskal hijau pemerintah, dengan pengalaman selama 24 tahun dalam pengoperasian dan pemeliharaan pembangkit panas bumi.
Penguatan sektor panas bumi tidak hanya berkaitan dengan penyediaan energi, tetapi juga membuka peluang bagi pengembangan investasi dan pembiayaan hijau. Dengan dukungan kebijakan dan pembiayaan pemerintah, proyek-proyek panas bumi diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi terhadap kebutuhan energi nasional.
Melalui dukungan PMN tersebut, pemerintah menunjukkan komitmen untuk memperkuat peran BUMN dalam pengembangan energi terbarukan. Pengembangan panas bumi menjadi bagian dari langkah strategis untuk meningkatkan pemanfaatan sumber energi domestik sekaligus memperkuat fondasi ketahanan energi Indonesia.
Ke depan, sinergi pemerintah dan Geo Dipa diharapkan dapat mempercepat pengembangan pembangkit panas bumi serta mendukung terbentuknya sistem energi yang semakin beragam, berkelanjutan, dan mampu mendukung kebutuhan pembangunan nasional.





Tanggapan
0Belum ada tanggapan. Jadilah yang pertama menulis.