Suarabersama– Pemerintah terus memperkuat sistem pertahanan nasional melalui pengembangan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP), khususnya di wilayah perbatasan. Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan bahwa satuan tersebut dirancang memiliki kemampuan ganda yang memadukan fungsi tempur dengan fungsi teritorial pembangunan.
Hal tersebut disampaikan Menhan Sjafrie saat melakukan kunjungan kerja ke Marshalling Area Yonif TP 880/Banuanta di Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, Jumat (2/10/2026). Dalam kesempatan tersebut, Menhan meninjau kesiapan operasional satuan sekaligus memberikan pengarahan kepada para prajurit.
Menurut Sjafrie, setiap prajurit Yonif TP tetap harus memiliki kemampuan dasar sebagai satuan tempur. Kemampuan tersebut mencakup menembak, bela diri, serta patroli taktis untuk mencari dan menemukan sasaran. Kesiapan tempur tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan satuan mampu menjalankan tugas menjaga kedaulatan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Namun, Yonif TP tidak hanya diarahkan menjalankan fungsi pertahanan. Satuan ini juga memiliki fungsi teritorial pembangunan yang mencakup bidang pertanian, peternakan, perikanan, konstruksi, hingga pelayanan kesehatan.
Konsep tersebut membuat Yonif TP memiliki posisi strategis, terutama ketika ditempatkan di wilayah perbatasan yang memiliki karakteristik geografis dan sosial yang beragam. Kehadiran prajurit diharapkan tidak hanya memberikan jaminan keamanan, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di sekitar wilayah penugasan.
Menhan Sjafrie menjelaskan bahwa kualifikasi ganda tersebut selaras dengan Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata) serta strategi pertahanan defensif aktif yang dianut Indonesia. Strategi tersebut menempatkan pertahanan nasional sebagai upaya menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah tanpa mengedepankan karakter ofensif atau ekspansif.
Dalam pengarahan kepada prajurit, Menhan menekankan bahwa keberadaan Yonif TP di kawasan perbatasan harus mampu menjamin keamanan lingkungan sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat.
Prajurit juga diingatkan untuk menjaga disiplin, kekompakan dan profesionalisme. Menhan secara khusus meminta prajurit menjauhi berbagai bentuk pelanggaran, termasuk judi online, alkohol dan narkoba. Pesan tersebut menunjukkan bahwa penguatan pertahanan tidak hanya membutuhkan kemampuan tempur, tetapi juga kualitas moral dan kedisiplinan personel.
Kehadiran Yonif TP di wilayah perbatasan menjadi bagian dari langkah pemerintah untuk membangun sistem pertahanan yang semakin adaptif terhadap kondisi wilayah. Dengan menggabungkan kemampuan tempur dan fungsi pembangunan, satuan diharapkan mampu menjadi bagian dari upaya menjaga kedaulatan sekaligus mendukung masyarakat.
Penguatan Yonif TP juga menunjukkan pendekatan pemerintah dalam membangun pertahanan yang dekat dengan rakyat. Prajurit tidak hanya diposisikan sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai bagian dari elemen negara yang dapat memberikan kontribusi terhadap pembangunan dan ketahanan masyarakat di wilayah penugasan.
Melalui konsep tersebut, pemerintah berupaya memastikan bahwa penguatan pertahanan nasional berjalan seiring dengan pembangunan wilayah. Yonif TP diharapkan menjadi salah satu instrumen penting dalam memperkokoh pertahanan negara sekaligus memperkuat kehadiran negara di kawasan perbatasan.





Tanggapan
0Belum ada tanggapan. Jadilah yang pertama menulis.