Jakarta, suarabersama.com – Tentara Nasional Indonesia (TNI) memasuki usia ke-81 pada 5 Oktober 2026. Peringatan tahun ini menjadi momentum untuk menegaskan peran TNI dalam menjaga kedaulatan sekaligus memberikan pelayanan kepada masyarakat.
HUT ke-81 TNI mengusung tema “TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.” Tema tersebut menempatkan kedekatan dengan masyarakat sebagai salah satu bagian penting dalam pelaksanaan tugas pertahanan.
Dari sisi pertahanan, TNI terus melakukan modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista). Salah satunya ditandai dengan peresmian KRI Sriwijaya-100 pada 24 September 2026.
Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto mengatakan penguatan kemampuan maritim diperlukan untuk menghadapi kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan.
Menurut dia, kehadiran KRI Sriwijaya-100 diharapkan meningkatkan kemampuan operasional TNI Angkatan Laut, termasuk dalam menjalankan operasi gabungan dan menjaga kepentingan nasional di wilayah laut.
Di sisi lain, peran TNI dalam penanganan bencana juga menjadi bagian dari pengabdian kepada masyarakat. Sejumlah personel masih ditugaskan membantu penanganan bencana di berbagai daerah bersama BNPB dan kementerian terkait.
Kondisi tersebut turut memengaruhi pelaksanaan puncak peringatan HUT ke-81 TNI. Agenda yang sebelumnya direncanakan berlangsung di Monas dipindahkan ke Mabes TNI, Cilangkap, dengan konsep yang lebih sederhana.
Rangkaian peringatan HUT TNI juga diisi berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat. Sejumlah agenda bahkan mencatat empat rekor MURI, antara lain melalui kegiatan olahraga, psikotes, dan pelatihan bantuan hidup dasar dengan jumlah peserta yang besar.
Agus mengatakan kegiatan tersebut dirancang untuk memperkuat interaksi antara prajurit dan masyarakat melalui aktivitas yang memberikan manfaat langsung.
“Kita buat acara-acara yang bisa bersama-sama masyarakat, olahraga, bakti sosial dan kegiatan bermanfaat bagi masyarakat dan TNI khususnya,” ujar Agus.
Peringatan HUT ke-81 TNI pun tidak hanya menampilkan aspek kekuatan pertahanan. Modernisasi alutsista berjalan bersamaan dengan tugas kemanusiaan dan pelayanan kepada masyarakat.
Melalui dua sisi tersebut, TNI menegaskan komitmennya untuk terus menjaga kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia sekaligus hadir ketika masyarakat membutuhkan. (kls)





Tanggapan
0Belum ada tanggapan. Jadilah yang pertama menulis.