BGN Siapkan Sanksi untuk Yayasan yang Tarik Setoran dari Mitra MBG

Bagikan
BGN Siapkan Sanksi untuk Yayasan yang Tarik Setoran dari Mitra MBG

Jakarta, suarabersama.com – Badan Gizi Nasional (BGN) menemukan adanya dugaan praktik kemitraan yang tidak sehat dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Salah satunya, yayasan yang menaungi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) disebut meminta setoran kepada mitra berdasarkan jumlah ompreng yang disalurkan.

Kepala BGN Sudaryono mengatakan temuan tersebut muncul dalam proses registrasi dan evaluasi yayasan yang terlibat dalam program MBG.

Menurut Sudaryono, terdapat yayasan yang dinilai tidak memberikan kontribusi nyata terhadap operasional maupun pembinaan dapur SPPG. Namun, yayasan tersebut tetap meminta sejumlah dana dari mitra.

“Yayasan ini tidak melakukan apa pun, tidak memiliki kontribusi apa pun, tidak juga aktif di dapur, tidak melakukan pembinaan,” kata Sudaryono dalam keterangannya, Jumat (2/10/2026).

Ia menilai praktik semacam itu perlu ditangani karena dapat menambah beban biaya bagi mitra. Jika dibiarkan, kondisi tersebut dikhawatirkan turut memengaruhi kualitas makanan yang diberikan kepada penerima manfaat.

BGN memberikan kesempatan kepada mitra yang merasa dirugikan untuk mengajukan pergantian yayasan, terutama apabila yayasan yang menaungi SPPG tidak menjalankan peran sebagaimana mestinya.

Untuk mendukung proses tersebut, BGN menyediakan dua portal registrasi, masing-masing untuk yayasan dan mitra. Mitra dapat mengajukan yayasan pengganti sekaligus menyertakan bukti terkait persoalan yang dialami.

Sudaryono menegaskan pengelolaan anggaran MBG harus mengutamakan efisiensi, transparansi, dan kualitas makanan. Setiap dana yang digunakan diharapkan memberikan manfaat maksimal bagi penerima program.

BGN selanjutnya akan memeriksa setiap pengajuan sesuai prosedur yang berlaku. Evaluasi tersebut diharapkan dapat menciptakan pola kemitraan yang lebih sehat dan memastikan anggaran MBG digunakan secara akuntabel.

“Intinya kami ingin pelaksanaan MBG ini betul-betul uang yang tersalurkan itu dikonversi menjadi menu makanan yang kualitasnya baik,” ujar Sudaryono. (kls)

Lebih banyak dari SOSBUD

Tanggapan

0

Tulis tanggapan

Email tidak ditampilkan. Redaksi meninjau setiap tanggapan sebelum terbit.

Berapa 7 + 7?

Hitung jawaban ini agar tanggapan tidak dianggap spam.

Belum ada tanggapan. Jadilah yang pertama menulis.