Wamenkeu Juda Agung: Kredibilitas Fiskal Jadi Fondasi APBN untuk Kesejahteraan Masyarakat

Bagikan
Wamenkeu Juda Agung: Kredibilitas Fiskal Jadi Fondasi APBN untuk Kesejahteraan Masyarakat

Suarabersama โ€“ Wakil Menteri Keuangan Juda Agung menegaskan bahwa kredibilitas fiskal merupakan fondasi penting dalam menjaga kepercayaan investor sekaligus memastikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan Juda dalam forum Australia-Indonesia High Level Policy Dialogue 2026 pada Senin (12/10/2026). Dalam forum tersebut, ia menekankan pentingnya pengelolaan keuangan negara yang kredibel, terukur, dan tetap adaptif menghadapi dinamika perekonomian global.

Menurut Juda, kredibilitas fiskal dapat membantu mengurangi ketidakpastian, meningkatkan kepercayaan investor, serta mendukung masuknya investasi produktif yang diperlukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Ia juga menekankan bahwa pengelolaan fiskal perlu memberikan ruang fleksibilitas agar APBN mampu merespons perubahan kondisi ekonomi. Namun, fleksibilitas tersebut harus tetap berjalan dengan memperhatikan prinsip kehati-hatian dan keberlanjutan keuangan negara.

APBN untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi

Juda menjelaskan bahwa APBN memiliki fungsi strategis dalam mendorong aktivitas ekonomi, melindungi masyarakat, serta mendukung transformasi perekonomian nasional.

Untuk menjalankan fungsi tersebut, pemerintah perlu memastikan belanja negara digunakan secara produktif dan tepat sasaran. Belanja produktif diharapkan mampu mendukung kegiatan ekonomi dan investasi, sedangkan program perlindungan sosial berperan menjaga kesejahteraan serta daya beli masyarakat.

Selain meningkatkan kualitas belanja, pemerintah juga perlu memperkuat penerimaan negara dan menjaga pengelolaan pembiayaan secara prudent. Langkah tersebut penting agar APBN tetap memiliki kapasitas untuk mendukung kebutuhan pembangunan tanpa mengabaikan ketahanan fiskal dalam jangka panjang.

Pengelolaan anggaran yang baik juga membutuhkan evaluasi berkelanjutan untuk memastikan setiap kebijakan memberikan hasil yang sesuai dengan tujuan pembangunan.

Menjaga Kepercayaan Investor

Kredibilitas fiskal menjadi salah satu faktor yang diperhatikan investor dalam menilai stabilitas dan prospek perekonomian suatu negara. Konsistensi kebijakan, kepastian pengelolaan anggaran, dan kemampuan pemerintah menjaga keberlanjutan fiskal dapat membantu menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif.

Investasi produktif selanjutnya diharapkan mendukung penciptaan lapangan kerja, meningkatkan kapasitas produksi, dan memperkuat aktivitas ekonomi nasional.

Meski demikian, manfaat investasi perlu didukung kebijakan yang mampu mendorong pemerataan kesempatan ekonomi serta meningkatkan nilai tambah di dalam negeri.

Melalui pengelolaan fiskal yang terukur dan berkualitas, pemerintah berupaya menjaga keseimbangan antara kebutuhan mendorong pertumbuhan ekonomi dan tanggung jawab mempertahankan stabilitas keuangan negara.

Memperkuat Fondasi Pembangunan

Pembahasan dalam Australia-Indonesia High Level Policy Dialogue 2026 diharapkan dapat menghasilkan masukan bagi pengembangan kebijakan investasi, industri, dan fiskal. Forum yang mempertemukan unsur pemerintah dan akademisi tersebut juga menjadi ruang pertukaran pengalaman serta gagasan untuk meningkatkan kapasitas produktif kedua negara.

Kredibilitas fiskal pada akhirnya bukan hanya berkaitan dengan pengelolaan angka-angka dalam APBN, tetapi juga dengan kemampuan anggaran negara mendukung pembangunan dan memberikan manfaat kepada masyarakat.

Dengan memperkuat penerimaan negara, meningkatkan kualitas belanja, serta menjaga pembiayaan yang berkelanjutan, APBN diharapkan terus berperan sebagai instrumen pembangunan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Meta deskripsi: Wamenkeu Juda Agung menegaskan kredibilitas fiskal sebagai fondasi APBN yang produktif untuk menjaga kepercayaan investor, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan melindungi masyarakat.

Lebih banyak dari EKONOMI

Tanggapan

0

Tulis tanggapan

Email tidak ditampilkan. Redaksi meninjau setiap tanggapan sebelum terbit.

Berapa 7 + 7?

Hitung jawaban ini agar tanggapan tidak dianggap spam.

Belum ada tanggapan. Jadilah yang pertama menulis.