Seruan “Free Palestine” Prabowo di Gontor Disorot Media Israel

Seruan “Free Palestine” Prabowo di Gontor Disorot Media Israel

Jakarta, suarabersama.com – Seruan Presiden Prabowo Subianto, “Free Palestine”, saat menghadiri resepsi 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor di Ponorogo, Jawa Timur, mendapat perhatian media Israel.

Prabowo menyampaikan seruan tersebut setelah menerima keffiyeh dari Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Abdulfattah A.K. Al-Sattari. Mengenakan kain khas Palestina itu, Prabowo mengaku kembali teringat pada kondisi masyarakat Palestina dan kemudian menyerukan “Free Palestine”.

Dalam pidatonya, Prabowo juga mengatakan Indonesia perlu menjadi negara yang kuat agar memiliki kemampuan membantu masyarakat yang tertindas, termasuk rakyat Palestina. Ia mengaitkan dukungan tersebut dengan pentingnya membangun kekuatan nasional dan kemandirian Indonesia.

Momen tersebut kemudian diberitakan The Times of Israel. Media tersebut membandingkan pernyataan Prabowo di Gontor dengan pidatonya di Sidang Umum PBB pada 2025.

Dalam pidato di PBB, Prabowo menyampaikan bahwa perdamaian di Timur Tengah membutuhkan pengakuan, penghormatan, serta jaminan keamanan bagi Israel. Pidato itu ditutup dengan ucapan “Shalom”.

Perbedaan pernyataan tersebut menunjukkan adanya perbedaan nada komunikasi Prabowo ketika berbicara di dua forum. Di PBB, ia menggunakan bahasa diplomatik yang menekankan perdamaian dan keamanan kedua pihak. Sementara di Gontor, pesan yang disampaikan lebih langsung dalam menunjukkan solidaritas terhadap Palestina.

Namun, kedua pernyataan tersebut tidak serta-merta menunjukkan perubahan total dalam posisi Indonesia. Kerangka penyelesaian konflik Israel-Palestina yang dibahas di tingkat internasional tetap berkaitan dengan solusi dua negara dan upaya mencapai perdamaian yang berkelanjutan.

Seruan Prabowo di Gontor juga tidak dapat berdiri sendiri sebagai bukti perubahan kebijakan luar negeri Indonesia. Untuk melihat arah kebijakan secara lebih utuh, diperlukan pembacaan terhadap keputusan pemerintah, pernyataan Kementerian Luar Negeri, serta langkah diplomasi Indonesia dalam forum internasional.

Dengan demikian, sorotan media Israel terhadap ucapan Prabowo lebih menggambarkan kontras gaya penyampaian pesan dalam dua kesempatan. Dukungan Indonesia terhadap Palestina tetap disampaikan secara terbuka, sementara dalam forum diplomatik Prabowo juga menyinggung pentingnya keamanan Israel sebagai bagian dari upaya mencapai perdamaian. (kls)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

three + 18 =