Jakarta, suarabersama.com – Pemerintah tengah mendorong pertumbuhan industri tekstil, produk tekstil, dan sepatu agar mampu menyerap lebih banyak tenaga kerja. Sektor tersebut dinilai memiliki potensi besar karena karakter industrinya yang padat karya.
Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN Dony Oskaria mengatakan Presiden Prabowo Subianto menginginkan industri tekstil dan sepatu berkembang lebih cepat sehingga dapat menciptakan lapangan kerja dalam jumlah besar.
Menurut Dony, pemerintah kini membahas berbagai langkah untuk membangun ekosistem industri yang lebih sehat dan kompetitif. Pemerintah juga mencermati perkembangan industri serupa di sejumlah negara, termasuk Vietnam, yang dinilai mampu tumbuh dengan cepat.
Upaya penguatan industri, kata Dony, tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi. Pemerintah perlu melihat sejumlah aspek secara bersamaan, seperti kemampuan industri menguasai pasar domestik, memperluas pasar ekspor, hingga memperoleh dukungan pembiayaan.
Selain itu, pembenahan fasilitas produksi dan peningkatan keterampilan tenaga kerja juga menjadi bagian yang perlu diperhatikan agar industri dalam negeri mampu bersaing.
Dony menuturkan pemerintah masih mengkaji bentuk kebijakan yang paling tepat untuk mendukung sektor tersebut. Langkah yang akan diambil nantinya akan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing industri.
Penguatan industri tekstil dan sepatu diharapkan tidak hanya meningkatkan daya saing sektor manufaktur, tetapi juga memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat.
Namun, pemerintah belum merinci kebijakan maupun target penyerapan tenaga kerja yang akan diterapkan dalam program tersebut. (kls)

