Menhub Dukung Perluasan Transjakarta ke Transportasi Laut dan Udara

Bagikan
Menhub Dukung Perluasan Transjakarta ke Transportasi Laut dan Udara

Suarabersama— Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan dukungannya terhadap rencana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperluas cakupan bisnis PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) hingga sektor transportasi laut dan udara. Pengembangan tersebut dinilai menjadi bagian dari upaya mempersiapkan sistem transportasi yang semakin terintegrasi di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Rencana perluasan tersebut disampaikan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan masuk dalam rancangan perubahan bentuk badan hukum PT Transportasi Jakarta. Melalui perubahan tersebut, Transjakarta dipersiapkan untuk dapat menjalankan kegiatan usaha di bidang angkutan perairan dan udara serta menyediakan dan mengelola sarana maupun prasarana transportasi.

Menhub Dudy menyampaikan bahwa pengembangan layanan transportasi harus tetap memperhatikan aspek keselamatan, regulasi, serta kesiapan penyelenggara. Kementerian Perhubungan sendiri tengah memperkuat aturan dan standar keselamatan di berbagai moda transportasi, termasuk melalui peningkatan pemeriksaan, pengawasan terhadap operator, dan penindakan terhadap pelanggaran.

Perluasan ke sektor laut antara lain berkaitan dengan pelayanan transportasi menuju Kepulauan Seribu. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan pengelolaan layanan tersebut agar dapat menjadi bagian dari sistem transportasi yang lebih terintegrasi. Beberapa pulau seperti Pulau Tidung, Pulau Pari, dan Pulau Pramuka disebut sebagai bagian dari rencana pengembangan terminal transportasi laut.

Sementara itu, sektor udara dipersiapkan sebagai bagian dari kebutuhan transportasi jangka panjang Jakarta sebagai kota metropolitan. Pemerintah daerah mulai menyiapkan dasar hukum sejak awal agar pengembangan transportasi udara nantinya dapat berjalan berdasarkan regulasi yang jelas.

Dalam rancangan perubahan badan hukum, modal dasar Transjakarta juga direncanakan meningkat dari sekitar Rp5,22 triliun menjadi Rp13,4 triliun, sedangkan modal disetor ditetapkan sebesar Rp3,35 triliun. Peningkatan tersebut berkaitan dengan perluasan ruang lingkup dan penugasan perusahaan.

Dukungan pemerintah pusat terhadap rencana tersebut berjalan seiring dengan perhatian terhadap keselamatan transportasi. Kementerian Perhubungan menegaskan bahwa setiap pengembangan moda transportasi harus disertai standar keselamatan yang jelas dan penerapan pengawasan secara konsisten.

Dengan perluasan tersebut, Transjakarta berpotensi memiliki peran yang lebih luas dalam membangun konektivitas antarmoda. Pengembangan layanan darat, laut, dan udara diharapkan dapat mendukung sistem transportasi Jakarta yang semakin terhubung dan mampu menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat dalam jangka panjang.

Lebih banyak dari EKONOMI

Tanggapan

0

Tulis tanggapan

Email tidak ditampilkan. Redaksi meninjau setiap tanggapan sebelum terbit.

Berapa 4 + 8?

Hitung jawaban ini agar tanggapan tidak dianggap spam.

Belum ada tanggapan. Jadilah yang pertama menulis.