KPK Tahan Lima Tersangka OTT di BNPB, Uang dan Emas Disita

Bagikan
KPK Tahan Lima Tersangka OTT di BNPB, Uang dan Emas Disita
Foto: detik dokumentasi

SUARABERSAMA.COM Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menahan lima orang tersangka yang terlibat dalam operasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Penahanan ini dilakukan setelah penyidik KPK memeriksa secara intensif 14 orang yang ditangkap dalam operasi tersebut pada Selasa, 13 Oktober 2026. Kelima tersangka tersebut dibawa keluar dari Gedung Merah Putih KPK di Kuningan, Jakarta Selatan, pada Rabu, 14 Oktober 2026 sekitar pukul 16.48 WIB, dan terlihat mengenakan rompi tahanan berwarna jingga.

Menurut laporan dari detikNews, KPK belum mengungkap identitas para tersangka. Namun, diketahui bahwa kasus ini berkaitan dengan dugaan korupsi dana siap pakai untuk kebencanaan. KPK juga mengamankan barang bukti berupa uang tunai senilai Rp 1,4 miliar dan logam mulia emas. Para tersangka dibawa ke mobil tahanan KPK dengan tangan terborgol, namun mereka tidak memberikan komentar apapun saat dibawa.

Budi Prasetyo, Juru Bicara KPK, mengonfirmasi bahwa penyidik telah menetapkan sejumlah pihak sebagai tersangka, tetapi belum memberikan rincian lebih lanjut mengenai konstruksi perkara. Operasi tangkap tangan ini merupakan bagian dari upaya KPK untuk memberantas korupsi di lembaga-lembaga negara, termasuk di BNPB yang memiliki peran penting dalam penanggulangan bencana di Indonesia.

Sejauh ini, KPK terus melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap seluruh jaringan yang terlibat dalam kasus ini. Penahanan ini diharapkan dapat memberikan efek jera bagi pelaku korupsi lainnya, serta meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana kebencanaan di Indonesia.(OL)

Sumber: Gedung kpk

Lebih banyak dari HUKUM

Tanggapan

0

Tulis tanggapan

Email tidak ditampilkan. Redaksi meninjau setiap tanggapan sebelum terbit.

Berapa 4 + 7?

Hitung jawaban ini agar tanggapan tidak dianggap spam.

Belum ada tanggapan. Jadilah yang pertama menulis.