Bintang Kejora Berkibar di USTJ, Rektor Tegaskan Pelaku Bukan Sivitas Akademika

Bagikan
Bintang Kejora Berkibar di USTJ, Rektor Tegaskan Pelaku Bukan Sivitas Akademika

Jayapura, suarabersama.com – Pengibaran bendera Bintang Kejora di lingkungan Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (USTJ), Rabu (30/9/2026), berujung kericuhan saat aparat kepolisian berupaya menurunkan bendera tersebut.

Rektor USTJ M. Rusdianto Abu menegaskan pihak yang mengibarkan bendera tersebut bukan bagian dari sivitas akademika kampus. Menurut dia, mereka merupakan pihak dari luar kampus yang masuk tanpa izin.

“Pengibaran bendera Bintang Kejora di lingkungan USTJ menjadi persoalan serius bukan semata karena simbol yang digunakan, tetapi terutama karena tindakan tersebut dilakukan oleh pihak yang bukan bagian dari sivitas akademika dan masuk ke wilayah kampus tanpa izin,” kata Rusdianto.

Ia menegaskan lingkungan perguruan tinggi harus tetap menjadi ruang yang aman bagi mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan untuk menjalankan kegiatan akademik.

Menurut Rusdianto, kebebasan menyampaikan pendapat tetap harus disertai tanggung jawab serta menghormati aturan dan ketertiban di lingkungan kampus.

Ia meminta aparat menangani peristiwa tersebut sesuai ketentuan hukum apabila ditemukan adanya pelanggaran. Penanganan yang profesional dinilai penting agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

Rusdianto juga mengimbau mahasiswa dan seluruh sivitas akademika USTJ tidak terpancing situasi serta menyerahkan proses penanganan kepada pihak yang berwenang.

“Kampus harus menjadi tempat di mana perbedaan gagasan dibahas secara terbuka, ilmiah, dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Sementara itu, kepolisian menyebut pengibaran Bintang Kejora terjadi ketika berlangsung aksi di lingkungan USTJ. Kapolresta Jayapura Kota Kombes Fredrickus W.A. Maclarimboen mengatakan aparat awalnya melakukan pendekatan persuasif dan bernegosiasi agar bendera diturunkan.

Namun, menurut kepolisian, proses tersebut kemudian mendapat perlawanan berupa lemparan batu. Polisi selanjutnya menggunakan gas air mata dan water cannon untuk mengendalikan situasi. Sejumlah laporan menyebut dua orang diamankan, sementara laporan kepolisian yang dikutip detik.com menyebut satu orang diamankan terkait pengibaran bendera.

Kericuhan juga berdampak pada kawasan sekitar kampus. Polisi menyebut dua personelnya mengalami luka dalam insiden tersebut.

Di sisi lain, Ketua BEM USTJ Aleksx Omiage Yow meminta mahasiswa USTJ tidak secara keseluruhan dikaitkan dengan tindakan pihak tertentu. Ia menilai peristiwa tersebut perlu dilihat berdasarkan fakta dan pihak yang terlibat.

Peristiwa pengibaran Bintang Kejora di USTJ kini menjadi perhatian karena berlangsung di lingkungan perguruan tinggi dan berujung pada bentrokan antara massa dengan aparat. Pihak kampus menegaskan USTJ tetap berkomitmen menjalankan fungsi pendidikan dan menjaga lingkungan akademik tetap aman, sekaligus membuka ruang dialog yang berlangsung secara tertib dan bertanggung jawab. (kls)

Lebih banyak dari HANKAM

Tanggapan

0

Tulis tanggapan

Email tidak ditampilkan. Redaksi meninjau setiap tanggapan sebelum terbit.

Berapa 3 + 7?

Hitung jawaban ini agar tanggapan tidak dianggap spam.

Belum ada tanggapan. Jadilah yang pertama menulis.