Suarabersama – Penguatan kesiapsiagaan pertahanan dan keamanan nasional menjadi perhatian dalam rapat Dewan Pertahanan Nasional (DPN) yang dipimpin Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin di Jakarta, Senin (2/11/2026).
Pertemuan yang berlangsung di Kementerian Pertahanan tersebut mempertemukan pimpinan TNI, Polri, BIN, dan jajaran Kementerian Pertahanan untuk membahas berbagai tantangan strategis yang berkaitan dengan keamanan serta pertahanan negara.
Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto turut hadir bersama Kepala BIN Muhammad Herindra. Kehadiran para pimpinan tersebut memperlihatkan pentingnya keterpaduan antarlembaga dalam menjaga stabilitas nasional.
Rapat juga dihadiri Wakil Menteri Pertahanan Jenderal TNI Richard Tampubolon dan Marsekal TNI Yusuf Jauhari, serta tiga kepala staf angkatan, yakni KSAD Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali, dan KSAU Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono.
Dalam forum tersebut, koordinasi dan sinergi antarlembaga menjadi bagian penting untuk menyelaraskan langkah menghadapi berbagai perkembangan lingkungan strategis. Penguatan komunikasi antara unsur pertahanan, keamanan, dan intelijen diperlukan agar setiap institusi dapat menjalankan tugas secara terkoordinasi sesuai kewenangannya.
Kementerian Pertahanan melalui Biro Informasi Pertahanan menyampaikan bahwa pembahasan dalam rapat DPN diharapkan mendukung keselarasan langkah serta memperkuat kesiapan seluruh unsur terkait.
Kesiapsiagaan tersebut menjadi salah satu aspek penting dalam menghadapi tantangan keamanan yang terus berkembang. Terlebih, dinamika lingkungan strategis membutuhkan koordinasi dan kemampuan antisipasi yang melibatkan berbagai institusi negara.
Melalui rapat DPN, sinergi antara TNI, Polri, BIN, dan Kemhan diharapkan terus terpelihara sehingga upaya menjaga keamanan, stabilitas, dan kedaulatan negara dapat berjalan secara terpadu.
Kolaborasi lintas lembaga ini menjadi bagian dari komitmen bersama dalam melindungi kepentingan nasional dan mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.





Tanggapan
0Belum ada tanggapan. Jadilah yang pertama menulis.