Suarabersama.com – Sekjen Partai Golkar Muhammad Sarmuji mengungkapkan pertemuan para sekjen partai koalisi pemerintah yang berlangsung pada Kamis (13/8/2026) malam. Menurutnya, pertemuan tersebut lebih banyak diisi dengan silaturahmi dan refleksi menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
“Ya, sebenarnya pertemuan semalam enggak ada agenda yang sangat khusus, enggak ada. Pertemuan semalam itu hanya silaturahmi saja, silaturahim antar sekjen partai koalisi,” kata Sarmuji kepada wartawan di DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Para sekjen juga membahas evaluasi perjalanan koalisi dan pemerintahan agar cita-cita kemerdekaan semakin dekat serta kesejahteraan masyarakat terus meningkat.
“Kita mendiskusikan sekaligus merefleksikan menjelang 17-an, apakah langkah-langkah yang sudah kita lakukan di dalam koalisi, langkah-langkah pemerintah, sudah mendekatkan pada cita-cita kemerdekaan? Apakah masih ada yang perlu kita koreksi ke depan, sehingga cita-cita kemerdekaan makin lama makin dekat dan rakyat Indonesia makin sejahtera? Itu saja, enggak ada yang khusus,” ucap dia.
Sarmuji mengakui terdapat obrolan politik, tetapi belum membahas agenda politik tertentu secara khusus.
“Oh, enggak ada, enggak ada (bahas pilpres), cuma ya sekadar, ya, namanya obrolan politik, nyinggung-nyinggung politik sedikit ada. Tetapi pembahasan yang khusus enggak ada, belum ada. Mungkin dalam pertemuan selanjutnya,” ujar dia.
Pertemuan yang digelar di kediaman Sekjen Partai Gerindra Sugiono tersebut dihadiri sejumlah sekjen partai koalisi. Sugiono menyebut kegiatan itu menjadi momentum memperkuat komunikasi politik sekaligus refleksi perjalanan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
“Pertemuan ini merupakan silaturahmi yang selama ini belum sempat dilakukan. Kami berkumpul dalam suasana kekeluargaan untuk menyambut hari ulang tahun Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus merefleksikan perjalanan koalisi selama hampir dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka,” kata Sugiono dalam keterangan kepada wartawan.
Pertemuan tersebut sekaligus menunjukkan komunikasi antarpartai koalisi terus dijaga untuk mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Kabinet Merah Putih. (*)



