TNI Lumpuhkan Empat Anggota OPM di Intan Jaya, Papua

Bagikan
TNI Lumpuhkan Empat Anggota OPM di Intan Jaya, Papua
Foto: Dok : Istimewa

Jakarta, Suarabersama.com – Pangkogabwilhan III Letnan Jenderal TNI Lucky Avianto mengonfirmasi bahwa empat anggota Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) tewas dalam baku tembak dengan pasukan TNI di Distrik Agisiga, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, pada Jumat (25/9) dini hari. Dalam peristiwa tersebut, pemimpin kelompok tersebut, Hermanus Hogajau alias Pontianus Hogajau, bersama tiga anggotanya, dilaporkan tewas setelah terlibat kontak senjata dengan Tim Khusus Yonif 315 Garuda dan Tim Taipur Koops TNI Habema.

Menurut keterangan resmi yang diterima di Timika pada Selasa (29/9), Letjen TNI Lucky Avianto menyatakan bahwa kelompok yang dipimpin oleh Hermanus Hogajau dikenal terlibat dalam sejumlah kejahatan kemanusiaan, termasuk pemerkosaan, perampokan, penculikan, dan pembakaran fasilitas umum. Kontak senjata terjadi setelah TNI mendeteksi pergerakan kelompok tersebut melalui drone saat hendak memasuki pemukiman warga.

Identifikasi Anggota TPNPB-OPM yang Tewas

Empat anggota OPM yang tewas dalam insiden tersebut telah teridentifikasi. Mereka adalah Hermanus Hogajau, Malobega Hogajau, Eselon Hogajau, dan Aguni Hogajau. Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III menegaskan bahwa kelompok ini telah melakukan serangkaian tindakan kekerasan yang merugikan masyarakat setempat. “Kelompok Hermanus Hogajau tidak segan-segan melukai bahkan membunuh siapapun yang menolak permintaan mereka,” ungkapnya.

Kontak senjata terjadi setelah upaya persuasif dari TNI untuk meminta kelompok tersebut meletakkan senjata, namun mereka justru menyerang dengan tembakan. TNI kemudian melakukan penyisiran di lokasi dan menemukan keempat anggota OPM tewas, sementara sisa anggota kelompok tersebut melarikan diri ke dalam hutan. Letjen TNI Lucky memastikan tidak ada prajurit TNI yang terluka dalam baku tembak tersebut.

Tindakan TNI terhadap Kelompok Separatis

Pangkogabwilhan III menegaskan bahwa TNI-Polri akan terus mengejar dan menangkap seluruh pelaku kejahatan kemanusiaan di Tanah Papua. Ia menekankan bahwa tindakan tegas akan diambil sesuai dengan undang-undang yang berlaku, dengan tetap mengedepankan prinsip profesionalisme dan penghormatan terhadap hak asasi manusia. “Keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi, dan kami tidak akan ragu untuk mengambil tindakan tegas dalam situasi yang mendesak,” tambahnya.

Peristiwa ini menunjukkan komitmen TNI dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Papua, serta melindungi masyarakat dari ancaman kelompok separatis. Dengan keberhasilan melumpuhkan kelompok OPM ini, diharapkan situasi di Distrik Agisiga dapat kembali aman dan kondusif bagi warga setempat. (hni)

Sumber: mediaindonesia.com, detiksulsel

Lebih banyak dari HANKAM

Tanggapan

0

Tulis tanggapan

Email tidak ditampilkan. Redaksi meninjau setiap tanggapan sebelum terbit.

Berapa 7 + 3?

Hitung jawaban ini agar tanggapan tidak dianggap spam.

Belum ada tanggapan. Jadilah yang pertama menulis.