Suarabersama.com – Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, menegaskan bahwa proses penyehatan BUMN karya terus dilakukan secara bertahap meskipun tantangan yang dihadapi masih cukup besar. Menurutnya, pembenahan dilakukan secara berkesinambungan agar kondisi keuangan perusahaan pelat merah dapat kembali sehat dan berkelanjutan.
“Memang butuh berkesinambungan. Energi kita juga terbatas. Selesai satu, masuk satu lagi,” ujar Dony saat ditemui di Batang, Jawa Tengah.
Dony menjelaskan bahwa proses restrukturisasi tidak hanya menyentuh perusahaan induk, tetapi juga anak usaha yang mengalami tekanan keuangan. Sejumlah BUMN di sektor konstruksi masih menghadapi tantangan berupa kerugian dan tingginya beban utang sehingga membutuhkan langkah perbaikan yang terukur.
Ia mengakui setiap sektor memiliki tantangan yang berbeda sehingga memerlukan strategi penanganan yang spesifik.
“Baru masuk ke Pos, kondisinya begitu lagi. Baru masuk ke properti, saya juga frustrasi. Bayangkan, bagaimana tidak frustrasi? Kita lakukan repairment (perbaikan), aset tinggal Rp 7 triliun, sementara utangnya Rp 24 triliun. Mau diapakan?” beber Dony.
Meski demikian, Dony menegaskan bahwa Danantara berkomitmen menyampaikan kondisi perusahaan secara terbuka kepada masyarakat sebagai bentuk transparansi dalam proses pembenahan BUMN.
“Saya orangnya apa adanya. Saya ingin masyarakat tahu bahwa kita sedang memperbaiki kondisi yang memang tidak baik-baik saja,” ujar Dony.
Sebagai salah satu contoh, Dony menyebut PT PP Properti Tbk yang tengah menjalani proses penyesuaian nilai aset dalam jumlah besar sebagai bagian dari restrukturisasi perusahaan.
“PP Properti itu impairment (penyesuaian aset) hampir Rp 13 triliun. Tidak sedikit. Satu per satu kita perbaiki,” ucapnya.
Di sisi lain, Danantara juga terus mendorong penyelesaian berbagai proyek strategis yang terdampak kondisi likuiditas, termasuk proyek hunian berbasis transit (Transit Oriented Development/TOD). Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat kinerja BUMN, meningkatkan kepercayaan masyarakat, serta memastikan proyek-proyek yang telah berjalan dapat diselesaikan secara bertahap dan bertanggung jawab. (*)



