Suarabersama – Pemerintah terus mendorong koperasi menjadi salah satu kekuatan utama dalam memperkuat ekonomi masyarakat. Menteri Koperasi Ferry Juliantono menilai semangat perjuangan Syarikat Islam dalam membangun kemandirian ekonomi memiliki relevansi kuat dengan upaya pemerintah saat ini.
Dalam kegiatan Kajian Slapanan Ahad Pon Syarikat Islam di Banjarnegara, Ferry menegaskan bahwa penguatan ekonomi masyarakat dapat ditopang melalui tiga kekuatan, yakni ekonomi syariah, koperasi, serta pengelolaan zakat dan wakaf. Ketiganya dinilai memiliki potensi besar untuk memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Ferry juga mengingatkan bahwa sejarah koperasi Indonesia tidak terlepas dari perjuangan tokoh-tokoh Syarikat Islam. Semangat tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang ekonomi kerakyatan yang kemudian mendapat landasan konstitusional melalui Pasal 33 UUD 1945.
Dalam konteks pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, penguatan koperasi menjadi langkah strategis untuk memperluas partisipasi masyarakat dalam kegiatan ekonomi. Pemerintah mendorong koperasi agar tidak hanya berkutat pada simpan pinjam, tetapi berkembang ke sektor produksi, distribusi hingga industri.
Kebijakan tersebut menunjukkan arah pembangunan ekonomi yang tidak hanya mengejar pertumbuhan, tetapi juga berupaya memperkuat fondasi ekonomi masyarakat dari tingkat bawah.
Jika dijalankan secara konsisten, transformasi koperasi menjadi kekuatan produksi dan distribusi dapat membuka peluang usaha, memperluas akses pasar serta meningkatkan nilai tambah ekonomi masyarakat.
Langkah pemerintah ini sekaligus menjadi upaya meneruskan semangat ekonomi kerakyatan yang telah dibangun para pendahulu bangsa. Koperasi diharapkan kembali menjadi instrumen penting untuk menciptakan ekonomi yang lebih kuat, inklusif dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.(*)

