Suarabersama – Indonesia dan Prancis terus memperkuat hubungan bilateral di bidang pertahanan melalui peningkatan kerja sama alat utama sistem persenjataan (alutsista), latihan militer bersama, hingga pengembangan kemampuan personel.
Penguatan kerja sama tersebut kembali terlihat dalam kunjungan Menteri Angkatan Bersenjata dan Veteran Prancis Catherine Vautrin ke Indonesia pada September 2026. Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin menyebut kunjungan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat hubungan pertahanan kedua negara.
Salah satu perkembangan penting dalam kerja sama pertahanan Indonesia dan Prancis adalah kedatangan pesawat tempur Rafale pertama di Indonesia. Selain itu, pembangunan kapal selam Scorpène pertama oleh PT PAL Indonesia bersama Naval Group Prancis juga telah dimulai di Surabaya.
Kerja sama kedua negara tidak hanya berfokus pada pengadaan alutsista. Indonesia dan Prancis juga mengembangkan pertukaran perwira untuk pendidikan dan latihan guna meningkatkan kemampuan serta profesionalisme personel militer.
Pada September 2026, TNI Angkatan Udara dan Angkatan Udara Prancis juga melaksanakan Latihan Bersama PEGASE 2026 di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta. Latihan tersebut melibatkan sejumlah kemampuan udara, termasuk penerjunan prajurit, penerbangan Rafale, serta pengisian bahan bakar di udara.
Pelaksanaan latihan bersama tersebut menjadi sarana untuk meningkatkan interoperabilitas kedua angkatan udara sekaligus memperkuat hubungan profesional antara personel militer Indonesia dan Prancis.
Penguatan kerja sama pertahanan Indonesia–Prancis menunjukkan bahwa hubungan kedua negara berkembang tidak hanya melalui diplomasi, tetapi juga melalui peningkatan kapasitas pertahanan, teknologi, latihan dan pendidikan militer.
Kedua negara juga terus membuka ruang dialog pertahanan untuk membahas berbagai bentuk kerja sama strategis yang dapat dikembangkan sesuai kepentingan masing-masing.

