Gibran Tegaskan Komitmen Pemerintah Jaga Toleransi dan Kebebasan Beragama

Bagikan
Gibran Tegaskan Komitmen Pemerintah Jaga Toleransi dan Kebebasan Beragama
Foto: Dok: Setwapres

Jakarta, Suarabersama.com – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menegaskan pentingnya menjaga toleransi, kerukunan, dan persatuan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia. Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada Asosiasi Pendeta Indonesia (API) apabila masih ditemukan kasus intoleransi di sejumlah daerah.

Pernyataan tersebut disampaikan Gibran saat membuka Kongres Nasional ke-V API di Grand Serpong Hotel & Resort, Tangerang, Banten, Kamis (8/10/2026).

“Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya jika di tempat Bapak Ibu masih terjadi kasus-kasus intoleransi,” ujar Gibran, dikutip dari tayangan YouTube Sekretariat Presiden.

Gibran menilai, keberagaman merupakan bagian penting dari kehidupan bangsa Indonesia yang harus dijaga bersama. Karena itu, upaya memperkuat persatuan dan perdamaian perlu terus dilakukan agar masyarakat dapat hidup berdampingan secara harmonis.

“Indonesia adalah negara, bangsa yang majemuk. Perlu benar-benar menjaga persatuan, perdamaian, nilai-nilai toleransi,” beber Gibran.

Ia menegaskan bahwa pemerintah memiliki perhatian serius terhadap persoalan intoleransi, termasuk menjamin hak setiap warga negara untuk memeluk agama dan menjalankan ibadah sesuai keyakinannya. Menurutnya, kehadiran negara dalam melindungi kebebasan beragama merupakan amanat Undang-Undang Dasar 1945 yang harus diwujudkan.

“Pemerintah memiliki perhatian serius terkait ini. Negara harus hadir menjamin kemerdekaan warganya dalam memeluk dan menjalankan ibadah sesuai agamanya masing-masing, seperti yang diamanatkan di Undang-Undang Dasar 1945,” ujar dia.

Sebagai contoh penanganan persoalan tersebut, Gibran menyinggung kasus yang terjadi di GKPI Rajeg. Ia menjelaskan telah berkomunikasi dengan pendeta, pengurus gereja, serta pemangku kepentingan di daerah untuk mencari solusi.

Menurut Gibran, gereja tersebut tidak ditutup, melainkan dipindahkan ke lokasi baru yang dinilai lebih layak dengan bantuan pemerintah daerah. Dengan demikian, jemaat tetap dapat menjalankan ibadah secara normal.

Gibran juga mengingatkan para pemangku kepentingan di daerah, terutama kepala daerah, kapolda, dan pangdam, agar lebih peka terhadap kondisi masyarakat. Ia meminta agar setiap potensi persoalan intoleransi segera ditangani supaya tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas.

“Saya selalu mengingatkan kepada para pemangku kepentingan, khususnya kepala daerah, Kapolda, Pangdam, agar peka terhadap kondisi di tengah masyarakat. Jika ada percikan-percikan intoleransi di tengah masyarakat, segera selesaikan, segera dicari solusinya,” pinta Gibran.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal API sekaligus Ketua Panitia Kongres, Pdt. Estefanus Baalati, mengapresiasi kehadiran Gibran dalam kegiatan tersebut. Ia menilai kehadiran Wakil Presiden menjadi wujud semangat untuk merangkul berbagai elemen bangsa dan memperkuat persatuan di tengah keberagaman.

“Kami bukan sekadar melihat beliau sebagai Wakil Presiden, tetapi kami melihat beliau sebagai pribadi yang berkarya bagi bangsa. Kerja-kerja yang dilakukan oleh Bapak Wapres kita, kerja-kerja yang menyatukan semua elemen, kerja-kerja yang menyatukan dan merangkul semua umat,” ungkap Estefanus. ANN

Lebih banyak dari IDEOLOGI

Tanggapan

0

Tulis tanggapan

Email tidak ditampilkan. Redaksi meninjau setiap tanggapan sebelum terbit.

Berapa 4 + 3?

Hitung jawaban ini agar tanggapan tidak dianggap spam.

Belum ada tanggapan. Jadilah yang pertama menulis.