BPIP Dorong Ketahanan Ideologis Jadi Pilar Ketahanan Nasional Indonesia

Bagikan
BPIP Dorong Ketahanan Ideologis Jadi Pilar Ketahanan Nasional Indonesia

JAKARTA S – Ketahanan ideologis dinilai menjadi salah satu aspek penting dalam memperkuat ketahanan nasional Indonesia di tengah perubahan lingkungan strategis global. Gagasan tersebut disampaikan Dewan Pakar Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Bidang Strategi Hubungan Luar Negeri, Dr. Darmansjah Djumala, dalam menanggapi pidato Menteri Luar Negeri Sugiono pada Debat Umum Sidang ke-81 Majelis Umum PBB di New York.

Dalam pidatonya pada 26 September 2026, Menlu Sugiono menegaskan bahwa ketahanan nasional merupakan fondasi bagi ketahanan kawasan dan global. Indonesia membangun ketahanan tersebut melalui kemandirian pangan dan energi, investasi pendidikan dan kesehatan, pembangunan ekonomi yang mampu menghadapi guncangan, serta penguatan persatuan dalam keberagaman, demokrasi, hak asasi manusia, dan supremasi hukum.

Menanggapi hal tersebut, Darmansjah Djumala menilai ketahanan nasional perlu dipahami secara menyeluruh, termasuk kemampuan bangsa mempertahankan jati diri, sistem nilai, dan orientasi kebangsaan di tengah arus perubahan global.

Menurutnya, perkembangan teknologi digital, media sosial, teknologi informasi, dan kecerdasan artifisial membuat berbagai gagasan dan nilai dari berbagai belahan dunia dapat menyebar dengan cepat.

Karena itu, ketahanan ideologis diperlukan agar masyarakat Indonesia tetap terbuka terhadap perkembangan dunia sekaligus memiliki kemampuan kritis dalam menyaring berbagai nilai yang masuk.

Djumala menekankan bahwa ketahanan ideologis bukan berarti menutup diri dari pemikiran luar. Sebaliknya, Indonesia perlu membangun masyarakat yang terbuka terhadap dunia, namun tetap memiliki pijakan nilai yang kuat.

Dalam konteks tersebut, Pancasila menjadi sumber utama ketahanan ideologis Indonesia. Nilai-nilai Pancasila juga dinilai memiliki relevansi dalam hubungan internasional karena mengandung prinsip kemanusiaan, persatuan, musyawarah, keadilan sosial, serta penghormatan terhadap keberagaman.

Pancasila dengan demikian tidak hanya berfungsi sebagai landasan kehidupan berbangsa dan bernegara, tetapi juga dapat menjadi salah satu modal strategis bagi diplomasi Indonesia dalam membangun kerja sama internasional.

Penguatan ketahanan ideologis menjadi bagian penting dari upaya menjaga identitas nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam menghadapi dinamika global yang semakin kompleks.(*)

Lebih banyak dari IDEOLOGI

Tanggapan

0

Tulis tanggapan

Email tidak ditampilkan. Redaksi meninjau setiap tanggapan sebelum terbit.

Berapa 8 + 3?

Hitung jawaban ini agar tanggapan tidak dianggap spam.

Belum ada tanggapan. Jadilah yang pertama menulis.