Prabowo Perkuat Nelayan Indonesia Lewat Kampung Nelayan dan Modernisasi Armada

Prabowo Perkuat Nelayan Indonesia Lewat Kampung Nelayan dan Modernisasi Armada

Suarabersama.com – Presiden Prabowo Subianto terus mempercepat sejumlah program strategis yang menyasar peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir. Pembangunan 100 Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) dan pendistribusian bantuan kapal menjadi bagian dari perhatian pemerintah untuk memperkuat produktivitas serta perekonomian nelayan.

Perkembangan kedua program tersebut dibahas saat Prabowo menerima Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono serta Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani di Hambalang, Kabupaten Bogor, Selasa (1/9/2026).

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa kedua menteri tersebut melaporkan perkembangan program pemerintah yang diarahkan untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan nelayan.

“Keduanya menghadap Presiden untuk melaporkan perkembangan pembangunan 100 pertama Kampung Nelayan serta pendistribusian bantuan kapal bagi para nelayan,” ujar Teddy.

Kampung Nelayan Merah Putih tidak hanya diarahkan sebagai pembangunan kawasan permukiman, tetapi juga sebagai upaya membentuk ekosistem ekonomi perikanan yang terintegrasi. Ekosistem tersebut mencakup aktivitas penangkapan ikan, penyimpanan, pengolahan hingga pemasaran hasil laut.

Berbagai fasilitas disiapkan, mulai dari dermaga, pabrik es, cold storage, bengkel kapal, tempat pengolahan dan pemasaran ikan, hingga fasilitas logistik serta perbekalan nelayan. Kehadiran rantai dingin juga diharapkan membantu menjaga kualitas hasil tangkapan sehingga nilai jual produk perikanan dapat meningkat.

Pada tahap awal, pembangunan 65 Kampung Nelayan Merah Putih telah diselesaikan pada akhir April 2026. Pembangunan tersebut turut memberikan dampak ekonomi melalui penyerapan sekitar 17.550 tenaga kerja atau rata-rata 270 pekerja di setiap lokasi.

Pemerintah selanjutnya mendorong agar pembangunan kawasan tersebut tidak berhenti pada penyediaan infrastruktur. Penguatan kapasitas pengelola, koperasi dan masyarakat pesisir menjadi bagian penting agar fasilitas yang tersedia dapat mendukung kegiatan ekonomi secara berkelanjutan.

Selain pembangunan kawasan, pemerintah juga memperkuat kapasitas nelayan melalui pendistribusian bantuan kapal.

“Pendistribusian bantuan kapal menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas nelayan dalam menjalankan aktivitas melaut. Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan nelayan di berbagai daerah,” kata Teddy.

Dukungan armada dinilai penting untuk meningkatkan kemampuan operasional nelayan, termasuk jangkauan wilayah tangkap, efisiensi kegiatan melaut, keamanan serta kapasitas hasil perikanan.

Sejalan dengan itu, pemerintah menyiapkan modernisasi armada perikanan nasional. Pada Mei 2026, Prabowo mengumumkan rencana pembangunan 1.582 kapal ikan modern yang dilakukan secara bertahap hingga 2028 dan antara lain melibatkan koperasi nelayan.

“Untuk rakyat kita tidak ragu-ragu. Kita akan bangun mulai tahun ini 1.582 kapal ikan,” kata Prabowo saat berada di Gorontalo.

Dari jumlah tersebut, sekitar 1.000 unit direncanakan memiliki kapasitas 30 gross ton (GT) dan diarahkan untuk mendukung aktivitas ekonomi di Kampung Nelayan Merah Putih.

Pembangunan kapal dilakukan secara bertahap dengan memperkuat aspek desain, material, peralatan hingga kapasitas industri galangan kapal nasional. Pemerintah juga mendorong pembangunan kapal di dalam negeri agar selain membantu nelayan mendapatkan armada yang lebih memadai, program tersebut turut memberikan dampak bagi industri maritim dan membuka lapangan kerja.

Koperasi turut ditempatkan sebagai penggerak ekonomi di kawasan Kampung Nelayan. Pengelolaan fasilitas seperti pabrik es, cold storage, logistik, sarana produksi dan pemasaran membutuhkan kelembagaan yang mampu memastikan kegiatan usaha berjalan secara berkelanjutan.

KKP juga memberikan pembekalan teknis dan manajerial kepada pengurus koperasi di sejumlah kawasan Kampung Nelayan, termasuk dalam pengelolaan usaha, fasilitas perikanan dan perluasan akses pembiayaan.

Dalam pertemuan di Hambalang, pemerintah turut menekankan pentingnya sinergi lintas kementerian. Keterlibatan Kementerian Investasi dan Hilirisasi bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan menunjukkan upaya mengintegrasikan pembangunan pesisir dengan investasi serta hilirisasi sektor perikanan.

“Pemerintah terus memperkuat sinergi lintas kementerian agar pengembangan Kampung Nelayan dan berbagai dukungan bagi nelayan dapat berjalan secara terpadu dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat pesisir,” ujar Teddy.

Dengan pembangunan kawasan, bantuan kapal, penguatan koperasi, fasilitas rantai dingin, akses pembiayaan hingga pemasaran, pemerintah mendorong terbentuknya ekosistem ekonomi pesisir yang lebih terintegrasi. Program tersebut diharapkan dapat meningkatkan produktivitas sekaligus mendukung peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat nelayan. (*)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

sixteen − 6 =