Suarabersama– Pemerintah Provinsi Bengkulu memperkuat sinergi bersama berbagai elemen masyarakat untuk membangun pemahaman ideologi yang sehat dan moderat sekaligus mencegah berkembangnya paham radikalisme dan ekstremisme.
Upaya tersebut mengemuka dalam kegiatan Transformasi Ideologi Jalan Menuju Wasathiyah bertema “Membangun Kesadaran Baru Ideologi Sehat dan Moderat” yang digelar di Hotel Mercure Bengkulu, Selasa (6/10/2026).
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Bengkulu, Khairil Anwar, mengatakan pencegahan radikalisme membutuhkan keterlibatan bersama. Menurutnya, Bengkulu selama ini menjunjung nilai kebangsaan, keberagaman dan toleransi, namun potensi penyebaran paham radikal dan ekstremisme tetap perlu diwaspadai.
Khairil menegaskan, upaya menjaga ketahanan ideologi tidak dapat hanya dibebankan kepada aparat keamanan. Pemerintah daerah, tokoh agama, ulama, akademisi dan masyarakat memiliki peran penting dalam membangun lingkungan yang mampu menangkal paham yang bertentangan dengan nilai Pancasila dan keutuhan NKRI.
“Penanganan ancaman radikalisme tidak bisa hanya dibebankan kepada TNI, Polri, atau Densus 88 semata. Ini adalah tugas kolektif kita bersama,” ujar Khairil.
Sementara itu, Kepala Satuan Tugas Wilayah Densus 88 Antiteror Polri Wilayah Bengkulu, Kombes Pol I Wayan Bayuna, menekankan pentingnya pendekatan wasathiyah atau moderasi beragama.
Menurut I Wayan, pendekatan tersebut dapat menjadi ruang untuk membangun dialog terbuka di tengah masyarakat dengan tetap mengedepankan sikap saling menghargai. Moderasi juga dinilai penting untuk memperkuat ketahanan masyarakat terhadap pemikiran dan tindakan ekstrem.
Ia mengajak masyarakat bersama-sama mewujudkan Bengkulu yang damai, menjunjung tinggi nilai Pancasila serta menjaga keutuhan NKRI.
Melalui kegiatan tersebut, sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, tokoh agama, akademisi dan masyarakat diharapkan semakin kuat dalam membangun kesadaran ideologi yang sehat dan moderat.
Penguatan toleransi, dialog dan nilai-nilai kebangsaan menjadi bagian penting dalam menjaga persatuan sekaligus mencegah ruang tumbuhnya radikalisme dan ekstremisme di tengah masyarakat.(*)





Tanggapan
0Belum ada tanggapan. Jadilah yang pertama menulis.