JAKARTA, Suarabersama.com – Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf memastikan pemerintah akan menyalurkan bantuan dalam dua tahap bagi korban bencana banjir di Padang, Sumatera Barat. Penyaluran bantuan tersebut dilaksanakan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak, mulai dari masa darurat hingga pemulihan.
Saifullah Yusuf menyampaikan hal itu setelah meninjau Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 4 DKI Jakarta di Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan, Minggu (11/10/2026).
“Jadi, setiap ada bencana, baik alam maupun non-alam, kami diberi tugas oleh Presiden untuk memberikan bantuan di dua fase,” kata Saifullah.
Ia menjelaskan, tahap pertama merupakan fase kedaruratan yang dilaksanakan sesaat setelah bencana terjadi. Pada tahap ini, Kementerian Sosial (Kemensos) menyalurkan bantuan logistik berdasarkan persediaan yang tersedia di gudang-gudang bantuan.
Bantuan tersebut mencakup pakaian, makanan siap saji, tenda, matras, serta berbagai perlengkapan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat terdampak. Persediaan logistik ditempatkan di gudang Dinas Sosial tingkat provinsi dan kabupaten, serta di lumbung-lumbung sosial.
Selain itu, Kemensos turut mendukung penyediaan dapur umum bagi para pengungsi. Pelaksanaannya dilakukan melalui kerja sama dengan TNI-Polri dan pemerintah daerah untuk memastikan kebutuhan pangan masyarakat terdampak dapat terpenuhi selama masa darurat.
“Jadi, kita menyelenggarakan dapur umum untuk memberikan dukungan kepada pengungsi,” ujar pria yang akrab disapa Gus Ipul tersebut.
Tahap kedua merupakan fase pemulihan setelah masa kedaruratan. Pada tahap ini, pemerintah menyiapkan sejumlah bantuan, antara lain santunan bagi korban meninggal dunia dan korban yang mengalami luka berat, bantuan tunai untuk renovasi rumah berdasarkan tingkat kerusakan, serta bantuan pengadaan isi rumah bagi keluarga terdampak.
“Bagi yang rumahnya rusak berat, kita beri dukungan untuk pembelian isian rumah. Kalau isian rumah diberikan per keluarga,” papar Gus Ipul.
Kemensos juga memberikan dukungan pemberdayaan ekonomi keluarga setelah bencana. Selain itu, pemerintah menyalurkan bantuan jaminan hidup sebesar Rp15.000 per orang per hari selama tiga bulan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.
Dalam pelaksanaannya, Kemensos bekerja di bawah koordinasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan berkolaborasi dengan pemerintah daerah untuk memperoleh data keluarga terdampak. Penyaluran bantuan juga dapat melibatkan perbankan dan PT Pos guna mendukung proses distribusi.
“Di setiap bencana, kami selalu hadir sesuai dengan program yang kami miliki dan bekerja sama dengan lembaga lain. Kami di bawah koordinasi BNPB. Kami juga bekerja sama dengan pemerintah daerah dalam penyediaan data-data keluarga terdampak. Biasanya juga kami bekerja sama dengan Perbankan dan dengan PT Pos dalam penyalurannya,” ujar Gus Ipul.
Melalui skema dua tahap tersebut, pemerintah berupaya memastikan kebutuhan mendesak korban banjir dapat ditangani selama masa darurat, sekaligus mendukung pemulihan tempat tinggal dan kondisi ekonomi keluarga setelah bencana. ANNA





Tanggapan
0Belum ada tanggapan. Jadilah yang pertama menulis.