Suara Bersama

BNPT Tingkatkan Upaya Pencegahan TCC Melalui Literasi Digital dan Pendampingan Keluarga

Suarabersama.com – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) terus memperkuat langkah pencegahan terhadap penyebaran paham ekstremisme yang menyasar anak-anak, khususnya melalui ruang digital. Upaya tersebut dilakukan seiring meningkatnya perhatian terhadap fenomena Terrorism-Connected Children (TCC) yang memerlukan penanganan komprehensif.

Kepala Biro Perencanaan, Hukum, dan Humas BNPT, Kolonel Sus R. Tjandra Sulistiyono, menjelaskan bahwa sebagian besar anak yang terpapar tidak memahami ideologi ekstrem secara utuh. Mereka justru lebih mudah tertarik pada narasi maupun unsur kekerasan yang dikemas melalui berbagai media.

“Anak-anak TCC umumnya tidak mendalami konteks ideologi yang dimaksud, melainkan mereka lebih fokus atau tertarik pada konsep kekerasan yang lekat pada suatu ideologi,” ujar Tjandra.

BNPT mencatat sekitar 250 anak telah mengikuti program pembinaan dan rehabilitasi sepanjang akhir 2024 hingga 2025. Program tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk membantu anak kembali ke lingkungan sosial secara sehat sekaligus mencegah paparan lanjutan.

Hasil kajian BNPT menunjukkan terdapat berbagai spektrum ideologi yang digunakan sebagai sarana penyebaran narasi ekstremisme, di antaranya jihadisme, anarkisme, nihilisme, Neo-Nazi, White Supremacy, komunisme, misoginis, hingga kultus kekerasan.

Menurut Tjandra, kondisi tersebut menunjukkan pentingnya pengawasan yang lebih kuat terhadap aktivitas anak, terutama di ruang digital yang kini menjadi salah satu jalur utama penyebaran berbagai narasi kekerasan.

“Terutama di ruang digital yang rentan menjadi sarana penyebaran berbagai narasi kekerasan lintas spektrum ideologi,” ujarnya.

Pandangan serupa disampaikan Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Aris Adi Leksono. Ia menilai perkembangan teknologi dan media sosial telah mengubah pola penyebaran paham radikalisme yang kini semakin mudah menjangkau anak-anak melalui penggunaan gawai.

Aris mengingatkan pentingnya keterlibatan orang tua dalam mendampingi aktivitas digital anak agar potensi paparan terhadap konten berbahaya dapat dicegah sejak dini.

“Oleh karena itu, orang tua perlu memperhatikan apa yang diakses oleh anak-anaknya,” ujar Aris.

BNPT bersama berbagai kementerian dan lembaga terus mendorong penguatan literasi digital, edukasi keluarga, serta kolaborasi seluruh elemen masyarakat guna menciptakan lingkungan digital yang aman dan mendukung tumbuh kembang anak. (hni)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 × 5 =