Suarabersama– Indonesia memasuki tahap baru dalam penguatan kemampuan pertahanan maritim dengan kedatangan kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi di Jakarta. Kapal tersebut dipersiapkan untuk menjadi KRI Sriwijaya setelah proses serah terima dan pergantian bendera Indonesia.
Sejalan dengan kedatangan kapal, TNI Angkatan Laut telah menyiapkan ratusan personel yang akan menjalankan tugas sebagai awak kapal. Total kru KRI Sriwijaya direncanakan mencapai sekitar 400 prajurit, termasuk sekitar 40 personel Korps Wanita Angkatan Laut (Kowal).
Calon Komandan KRI Sriwijaya, Kolonel Laut (P) Mochamad Fuad Hasan, menjelaskan bahwa sebagian personel telah memiliki pengalaman langsung mengawaki kapal selama pelayaran dari Italia menuju Indonesia. Sekitar 100 prajurit ikut dalam perjalanan tersebut, sementara personel lainnya masih menjalani proses persiapan di Indonesia.
Persiapan awak kapal dilakukan secara bertahap selama kurang lebih tiga bulan. Para calon awak sebelumnya menjalani pelatihan di lingkungan TNI AL, kemudian mendapatkan pengalaman dan familiarisasi di pangkalan Angkatan Laut Italia di Taranto.
Pola pembekalan tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan personel memiliki pemahaman terhadap sistem kapal sebelum nantinya menjalankan tugas secara penuh. Sebelumnya, TNI AL juga telah menyiapkan ratusan calon awak melalui pelatihan yang diarahkan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan profesionalisme prajurit.
Kedatangan kapal induk di Jakarta pada Jumat (18/9/2026) menjadi momentum penting bagi kelanjutan proses persiapan. Kapal akan menjalani proses serah terima pada 24 September 2026 dan selanjutnya menggunakan nama KRI Sriwijaya di bawah bendera Indonesia.
Setelah resmi menjadi bagian dari armada TNI AL, proses latihan awak tidak langsung berhenti. Para prajurit akan melanjutkan latihan untuk meningkatkan kesiapan dan kemampuan dalam menjalankan sistem operasional kapal.
Penguatan kapasitas personel tersebut memperlihatkan bahwa modernisasi pertahanan tidak hanya berfokus pada pengadaan atau pengoperasian alutsista, tetapi juga pada pembangunan kemampuan sumber daya manusia yang mampu mengoperasikan dan merawatnya secara profesional.
Kehadiran KRI Sriwijaya sekaligus menjadi bagian dari pengembangan kemampuan maritim Indonesia. Dengan dukungan personel yang dipersiapkan melalui pelatihan bertahap, TNI AL terus membangun kesiapan untuk menjalankan tugas pertahanan dan mendukung kepentingan nasional di wilayah laut.
Melalui proses persiapan yang terarah, pemerintah bersama TNI terus memperkuat pertahanan maritim Indonesia dengan mengedepankan kesiapan personel, profesionalisme, dan kemampuan operasional.

