Universitas Pancasila Perkuat Karakter Mahasiswa melalui Penerapan Nilai Pancasila

Universitas Pancasila Perkuat Karakter Mahasiswa melalui Penerapan Nilai Pancasila

Suarabersama — Penguatan nilai-nilai Pancasila di lingkungan perguruan tinggi menjadi salah satu langkah penting dalam membentuk mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter dan tanggung jawab sosial.

Universitas Pancasila (UP) mengambil langkah tersebut dengan membekali mahasiswa melalui pelatihan penerapan ideologi Pancasila. Program ini tidak hanya ditujukan kepada mahasiswa, tetapi juga mencakup dosen, pimpinan serta tenaga kependidikan melalui Lembaga Penerapan Ideologi Pancasila (LPIP).

Rektor Universitas Pancasila Adnan Hamid mengatakan mahasiswa akan diberikan pemahaman mengenai bagaimana nilai-nilai Pancasila dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Penerapannya disesuaikan dengan karakteristik masing-masing fakultas.

Sebagai contoh, mahasiswa Fakultas Hukum dapat diarahkan untuk memahami sila kedua, yakni kemanusiaan yang adil dan beradab. Salah satu bentuk penerapannya diwujudkan melalui kemampuan berkolaborasi dan membangun hubungan yang baik dengan sesama.

Program tersebut juga diarahkan untuk memberikan pengakuan terhadap pembentukan karakter mahasiswa melalui Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI). Dengan demikian, pemahaman Pancasila tidak berhenti pada pembelajaran teori, tetapi diupayakan menjadi bagian dari perilaku mahasiswa.

Kepala LPIP Universitas Pancasila Andi Wahyu Wibisana menjelaskan bahwa nilai-nilai operasional Pancasila akan menjadi salah satu ukuran untuk mengetahui tingkat pemahaman mahasiswa. Pengukuran tersebut juga direncanakan dilakukan secara digital.

Langkah Universitas Pancasila ini menunjukkan bahwa pendidikan nilai kebangsaan dapat berjalan beriringan dengan pendidikan akademik. Mahasiswa sebagai generasi penerus diharapkan mampu membawa nilai kemanusiaan, kolaborasi, pengendalian diri dan keadilan dalam kehidupan bermasyarakat.

Penguatan karakter semacam ini menjadi penting di tengah perkembangan ruang digital. Mahasiswa juga diedukasi agar mampu menggunakan media sosial secara bertanggung jawab, termasuk menghindari penghinaan, caci maki, intimidasi maupun kekerasan verbal.

Pada akhirnya, penerapan Pancasila di lingkungan kampus bukan sekadar memahami lima sila secara teoritis, melainkan bagaimana nilai tersebut hadir dalam pikiran, sikap dan tindakan generasi muda.(*)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eighteen + 16 =