Suaraberasama — Puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) akan digelar di Monumen Nasional (Monas), Jakarta, pada 5 Oktober 2026. Presiden Prabowo Subianto direncanakan menjadi Inspektur Upacara dalam peringatan tersebut.
Kapuspen TNI Mayjen TNI Muhammad Nas mengatakan puncak HUT ke-81 TNI merupakan bagian dari rangkaian kegiatan yang telah berlangsung sejak Agustus hingga Oktober 2026. Kehadiran Presiden Prabowo sebagai Inspektur Upacara menjadi bagian penting dalam momentum peringatan hari lahir TNI.
Rangkaian kegiatan tidak hanya berupa upacara. Setelah pelaksanaan upacara, masyarakat akan dapat menyaksikan parade dan defile pasukan serta alat utama sistem senjata (alutsista).
Sebanyak 81 Satuan Setingkat Batalyon (SSB) direncanakan terlibat, terdiri dari 51 SSB pasukan TNI dan 30 SSB pasukan non-TNI. Sementara itu, sebanyak 520 unit alutsista dan kendaraan akan ditampilkan, terdiri dari 420 unit alutsista atau kendaraan TNI serta 100 kendaraan antik dan non-TNI.
Selain parade dan defile, TNI juga menyiapkan Demo Gabungan yang menampilkan demonstrasi udara serta gabungan udara dan darat. Rangkaian tersebut memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk melihat secara langsung berbagai kemampuan yang dipersiapkan TNI dalam momentum HUT ke-81.
Menariknya, peringatan HUT TNI juga diisi dengan kegiatan yang menyentuh langsung masyarakat. TNI menyiapkan pembagian 40.000 paket sembako dan 40.000 porsi makanan gratis.
Rangkaian HUT ke-81 TNI sebelumnya juga dijadwalkan berlangsung pada 4 Oktober 2026 melalui Naval Parade atau Sailing Pass dan Fly Pass di perairan Teluk Jakarta. Kegiatan tersebut direncanakan melibatkan 102 kapal perang Republik Indonesia (KRI).
Peringatan HUT TNI tahun ini tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang perjalanan pengabdian TNI, tetapi juga menjadi kesempatan memperlihatkan kesiapan pertahanan sekaligus kedekatan TNI dengan masyarakat.
Kehadiran Presiden Prabowo dalam puncak peringatan tersebut turut menunjukkan perhatian pemerintah terhadap institusi pertahanan negara. Momentum ini diharapkan dapat memperkuat semangat kebangsaan, persatuan dan kepercayaan masyarakat terhadap TNI sebagai bagian penting dalam menjaga kedaulatan Indonesia.(*)

