SEMARANG, suarabersama.com – Menteri Agama Nasaruddin Umar berharap Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXXI di Jawa Tengah tidak berhenti sebagai ajang perlombaan. Menurutnya, kegiatan tersebut harus mendorong masyarakat menerapkan nilai-nilai Al Quran dalam kehidupan sehari-hari.
Hal itu disampaikan Nasaruddin saat membuka MTQ Nasional XXXI di Lapangan Simpang Lima, Semarang, Sabtu malam. Ia mengatakan Al Quran tidak hanya untuk dibaca, tetapi juga dipahami dan direnungkan maknanya.
“Al Quran diturunkan untuk dibaca, dipahami, dan ditadaburi pesan-pesannya,” ujar Nasaruddin.
Menurut dia, sikap Qurani harus tercermin mulai dari lingkungan keluarga. Nilai tersebut dapat diwujudkan melalui kasih sayang, tanggung jawab, musyawarah, serta penghormatan terhadap anggota keluarga. Ia menegaskan kekerasan dan kesewenang-wenangan tidak dapat dibenarkan dengan alasan agama.
Di lingkungan kerja, sikap Qurani diwujudkan melalui kejujuran, kedisiplinan, profesionalisme, dan pelayanan yang adil. Nasaruddin mengingatkan agar nilai Al Quran tidak hanya hadir dalam acara seremonial, tetapi juga memengaruhi penggunaan kewenangan, pengelolaan anggaran, dan pengambilan keputusan.
Ia menilai orang yang dekat dengan Al Quran semestinya memiliki akhlak yang baik, dapat dipercaya, serta menjauhi korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan.
Dalam kehidupan bermasyarakat, Menag mendorong penerapan sikap ta’aruf, ta’awun, dan tabayyun. Nilai tersebut mencakup saling mengenal, menolong dalam kebaikan, serta memeriksa informasi sebelum menyebarkannya.
Menurut Nasaruddin, penerapan nilai tersebut penting untuk mencegah fitnah, hoaks, ujaran kebencian, dan berbagai tindakan yang dapat merusak persaudaraan.
Dalam kehidupan berbangsa, sikap Qurani juga berarti menegakkan keadilan, menjaga persatuan, melindungi kelompok yang lemah, menghormati keberagaman, dan mengutamakan kepentingan bersama.
“Semakin dekat seseorang kepada Al Quran, semestinya semakin mulia akhlaknya, semakin santun tutur katanya, semakin menghormati perbedaan dan semakin besar kontribusinya bagi kerukunan dan persatuan Indonesia,” katanya.
MTQ Nasional XXXI digelar pada 11-20 September 2026. Perlombaan berlangsung di 12 arena di Kota Semarang dengan melibatkan 2.242 peserta, terdiri atas 1.751 peserta inti dan 491 peserta cadangan.
Para peserta berkompetisi dalam delapan cabang dan 24 golongan lomba yang terbagi menjadi 48 kategori. (kls)

